Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sebanyak 30 kementerian dan lembaga telah mengumumkan hasil seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) putaran II. Pelamar yang lolos selanjutnya akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Kabag Komunikasi Publik dan Pelayanan Informasi (KPPI) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Suwardi menjelaskan calon peserta yang lolos akan menghadapi tiga materi ujian yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
" Agar bisa lolos passing grade, peserta harus meraih nilai minimal masing-masing 143, 80 dan 75," ujar Suwardi seperti dikutip dari laman Menpan.go.id, Selasa, 3 Oktober 2017.
Merujuk pada Peraturan Menteri PANRB No 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017, dijelaskan, tes TWK dibuat untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai empat Pilar Kebangsaan Indonesia. Soal-soal yang diberikan mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari 100 soal yang diujikan, TWK memiliki 30 soal dengan setiap jawaban benar bernilainya 5. “ Berdasarkan pengalaman, banyak peserta yang gagal mencapai skor 75. Karena itu peserta perlu belajar lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara untuk Tes Intelegensi Umum (TIU), peserta akan diuji dalam hal kemampuan verbal, numerik, berpikir logis, serta kemampuan berpikir analitis. Seperti halnya TWK, peserta harus juga harus mengerjakan 30 soal.
Terakhir, peserta akan dinilai lewat Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Pada kelompok soal ini, peserta SKD diminta mengerjakan 40 soal. Tetapi untuk kelompok soal ini, tidak ada nilai nol untuk setiap jawaban.
“ Nilainya berkisar antara 1 – 5, sehingga kalau dijawab, minimal nilainya 40 dan maksimal 200,” jelasnya.
Suwardi mengingatkan para peserta agar tidak melakukan tindakan curang seperti menggunakan joki atau memakai jimat seperti yang pernah terjadi dalam SKD pada putaran pertama. Selain tidak akan membantu, dipastikan kecurangan yang dilakukan peserta akan ketahuan yang berakibat diskualifikasi.
Jika diperlukan, lanjut Suwardi, peserta bisa mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) yang belakangan banyak bermunculan. Namun lanjutnya, tidak ada Bimbel yang bisa memberikan jaminan mutlak atau 100 persen lulus.
“ Jangan percaya kalau ada Bimbel yang menjanjikan pasti lulus tes,” tegasnya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya