Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Melambatnya perekonomian dunia tidak hanya berpengaruh kepada kinerja perbankna konvensional, tetapi juga perbankan syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun tidak tinggal diam.
“ Kalau direspons secara komprehensif, kita akan kehilangan waktu,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, di Jakarta.
Muliaman mengatakan, lembaga yang dipimpinnya pun menempuh berbagai cara untuk berusaha membangkitkan industri keuangan syariah. “ OJK tentu (memiliki) dua langkah, yaitu langkah jangka pendek dan jangka panjang,” kata dia.
Untuk jangka pendek, OJK akan mengawal dan mengawasi kinerja industri keuangan syariah. Juga melihat dampak melesunya perekonomian global terhadap masing-masing industri keuangan syariah, seperti perbankan syariah dan industri keuangan non bank (IKNB) syariah.
Termasuk soal kecukupan modal, perbaikan kualitas kredit, dan sebagainya. OJK akan memastikan likuditas perbankan syariah aman serta permodalan perbankan syariah cukup dalam menyalurkan kredit.
Untuk jangka menengah, langkah OJK dengan melakukan konsolidasi perbankan syariah dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan teknologi perbankan. Teknologi perbankan berperan dalam persaingan usaha antar bank.
“ Untuk jangka menengah dan jangka panjang, saya kira langkahnya adalah konsolidasi dan penguatan modal agar setiap penurunan yang terjadi karena dampak global bisa dimitigasi oleh kemampuan yang lebih kuat,” kata dia.
Selain cara-cara itu, OJK juga akan belajar dari pihak lain untuk mengembangkan keuangan syariah. Sebut saja dengan Astana International Financial Centre (AIFC).
Ya, OJK dan AIFC belum lama ini menandatangani nota kesepahaman dengan AIFC untuk mendukung pengembangan mekanisme pengawasan keuangan dan pasar keuangan. Baik pasar keuangan konvensional maupun syariah," ujarnya.
Kedua belah pihak ini, lanjut Muliaman, akan saling berbagi pengetahuan dan keahlian di beberapa area. Seperti prudensial dan market conduct pada pengawasan institusi keuangan, pengembangan produk dan pasar keuangan, serta manajemen krisis dan resolusi institusi keuangan.
“ Ada juga reformasi pengawasan global dan kerja sama pada forum internasional,” kata dia.
Nota kesepahaman kerja sama ini ditandatangani oleh Muliaman dan Gubernur AIFC, Kairat Kelimbetov. Penandatanganan nota kesepahaman ini didahului dengan pertemuan bilateral antara OJK dan AIFC yang membahas keuangan syariah, financial technology, serta pengembangan kapasitas dan standar prudensial. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya