Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keuangan syariah bisa menjadi solusi pendorong pertumbuhan ekonomi global yang saat ini tengah lesu.
Industri keuangan syariah diakui masih menjanjikan terlihat dari kinerja keuangan syariah di Indonesia yang tumbuh membaik.
Laporan dari Islamic Financial Report tahun 2015 mencatatkan aset industri keuangan syariah tumbuh 10 persen. Nilai aset tersebut mencapai Rp617 triliun.
" Tren serupa juga terjadi pada negara-negara yang mengembangkan keuangan syariah," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Sarjito, dalam acara 'Konferensi Internasional Keuangan Syariah 2016' di Jakarta, Kamis, 29 September 2016.
Namun Sarjito mengingatkan keuangan syariah masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya seperti melemahnya harga minyak dunia, ketidakpastian situasi politik, dan kurang bergairahnya perekonomian global.
Belum lagi tantangan soal perbedaan aspek hukum di setiap negara. Juga kurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM) di keuangan syariah menjadi tantangan lain yang juga memberikan pengaruh.
Untuk itulah, Sarjito mengajak para pemangku kepentingan keuangan syariah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan begitu, mereka bisa memetakan strategi yang efektif untuk keuangan syariah.
" Strategi ini juga diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan keuangan syariah dalam mendorong ekspansi, pertumbuhan, dan pengembangan keuangan syariah pada 'new normal era'," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya