Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pembukaan Konferensi Keuangan Syariah Internasional (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan industri keuangan syariah harus mempersiapkan diri di 'new normal era'. Mereka juga harus memiliki strategi untuk menghadapi era penuh tantangan ini.
" Dalam 'new normal era' di saat melambat dan konsumen mengurangi konsumsinya, industri keuangan syariah harus menyiapkan diri untuk beradaptasi secara tepat dan terus berkembang dengan baik," kata Wakil Ketua OJK, Rahmat Waluyanto, dalam acara 'Konferensi Keuangan Syariah Internasional: Revitalizing Islamic Finance in The New Normal Era' di Jakarta, Kamis, 29 September 2016.
Rahmat mengingatkan perekonomian global saat ini tengah dalam kondisi menurun. Tetapi, hal ini tidak berarti menyurutkan semangan untuk mengembangkan keuangan syariah.
Justru, lanjutnya, momentum ini menjadi saat penting dalam upaya memperluas keuangan syariah dan diversifikasi produk serta jasa lembaga keuangan syariah.
" Potensinya masih besar," kata dia.
Rahmat tak lupa menekankan kolaborasi industri untuk mengembangkan keuangan syariah sangat diperlukan. Dengan kolaborasi serta berbagi pengetahuan dan pengalaman, jaringan keuangan syariah diyakini akan semakin luas.
Sementara Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Sarjito, menambahkan strategi pengembangan seharusnya sudah dimiliki pelaku industri keuangan syariah. Dengan strategi yang tepat diharapkan bisa memitigasi risiko dan tantangan industri.
" Strategi ini juga diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan keuangan syariah dalam mendorong ekspansi, pertumbuhan, dan pengembangan keuangan syariah pada new normal era," kata Sarjito.
Sekadar informasi, acara yang dihelat OJK ini dihadiri oleh 400 peserta dari berbagai negara, seperti Malaysia, Pakistan, Kazakhstan, Arab Saudi, dan Inggris. Acara ini bertujuan untuk memetakan strategi pengembangan keuangan syariah.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya