Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (Merdeka.com)
Dream - Kabupaten Banyuwangi yang dinilai sukses melahirkan inovasi sistem pengelolaan keuangan daerah membuat Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah kepincut. Bersama jajarannya, Nurdin datang ke Bumi Blambangan untuk belajar dari pengalaman sukses tersebut.
Dikutip dari laman Merdeka.com, Rabu, 2 Agustus 2017, Nurdin menilai Banyuwangi sukses membuat inovasi pengelolaan keuangan daerah, perencanaan, dan monitoring keuangan desa.
" Sistem yang memangkas mata rantai penyusunan dan pengawasan anggaran dengan menggunakan teknologi, khususnya di level desa, belum dilakukan di Bantaeng. Tapi Banyuwangi sudah melakukannya," kata Nurdin.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga ingin mempelajari pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), di mana Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh nilai SAKIP A.
Menurut Nurdin, perkembangan Banyuwangi dalam tujuh tahun terakhir ini sangat cepat. Dulu Banyuwangi hanya daerah transit saja, tapi kini telah menjadi tujuan destinasi pariwisata di Indonesia.
“ 10 tahun lalu, saya ke sini Banyuwangi masih belum apa-apa. Saat ini sudah sangat berubah,” kata Nurdin.
Sementara, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, capaian Banyuwangi saat ini merupakan hasil kerja keras rakyat dan birokrasi.
" Kami hanya memotivasi saja. Karena konsep tersulit membangun daerah itu bagaimana mendorong kerja bersama birokrasi dan masyarakat,” kata Anas.
Dalam kesempatan itu, Anas juga berharap kepada jajaran Banyuwangi untuk bisa belajar terobosan pembangunan yang telah dilakukan Bantaeng, khususnya masalah kesehatan.
" Bantaeng ini sudah banyak dapat penghargaan. Kita tidak perlu malu untuk belajar, sama-sama saling menimba ilmu. Kesempatan ini harus kita manfaatkan, mumpung Bantaeng hadir di Banyuwangi. Mereka unggul antara lain di layanan kesehatan, Banyuwangi harus belajar," tegas Anas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam