Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks ISSI Dan JII Melemah Pada Penutupan Perdagangan, Selasa 1 Agustus 2017.
Dream – Mengawali perdagangan Agustus 2017, indeks acuan saham syariah terkoreksi. Laju penguatan yang terjadi dua hari terakhir tak berhasil dipertahankan seiring minimnya sentimen positif yang menghampiri pelaku pasar.
Data perekonomian terbaru yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tak cukup membuat gairah pelaku pasar untuk kembali melantai. Malah aksi jual investor asing yang mengalami kenaikan tipis.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 1 Agustus 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0,556 poin (0,30%) ke level 183,987. Indeks ISSI menguat di sesi pembukaan perdagangan dan sempat menyentuh titik tertinggi di level 185,079.
Namun minimnya sentimen yang diterima pelaku pasar, membuat laju indeks lebih banyak bergerak di dunia zona.
Kondisi serupa juga terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 saham unggulan syariah ini turun 1,755 poin (0,23%) ke level 746,616.
Investor cenderung memainkan sahamnya di sektor pertambangan dan infrastruktur yang membuat keduanya naik 1,64 persen dan 0,99 persen.
Sedangkan indeks barang konsumsi, manufaktur, dan industri aneka justru terkoreksi tajam. Masing-masing indeksnya turun 2,17 persen, 1,61 persen, dan 1,30 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah pencetak top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp400, PTBA Rp275, EXCL Rp110, TLKM Rp80, dan ADRO Rp75.
Sedangkan top losernya adalah LPPF yang harga sahamnya merosot Rp1.225, UNVR Rp 475, TPIA Rp200, ASII Rp125, dan INDF Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru naik. Kurs rupiah terhadap dolar AS menguat 34 poin (0,26%) ke level Rp13.291 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya