Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Smartphone Kena Virus. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagi kamu pengguna Android, berhati-hatilah ketika menerima pesan pop up yang memintamu untuk memperbarui aplikasi Chrome. Pesan itu berbunyi “ To better experience the browsing, update to the laterst chrome version.”
Jika mengeklik link tersebut, ini akan memicu instalasi aplikasi Trojan dengan nama “ facebook apk” atau “ chrome apk” dan berubah menjadi backdoor Android penyerang.
Malware ini bernama Roaming Mantis.
Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 3 Mei 2018, Roaming Mantis ini merupakan malware baru yang disebar melalui teknik pembajakan domain name system (DNS). Sasarannya adalah smartphone yang berada di sebagian besar Asia.
Malware ini bekerja aktif dan dirancang untuk mencuri informasi pengguna dan mengambil alih perangkat Android korban.
Malware ini merupakan malware baru yang ditemukan oleh riset Kaspersky. Kaspersky menyatakan Roaming Mantis ini merupakan ancaman yang aktif dan cepat berkembang.
“ Terdapat motivasi tertentu dari serangan ini. Karena itu, kami merasa perlu untuk memberitahukan kepada organisasi dan individu akan ancaman ini,” kata Security Researcher Kaspersky Lab Jepang, Suguru Ishimaru.
Ishimaru mengatakan ancaman ini menggunakan router yang telah disusupi dan DNS yang dibajak. Ini menunjukkan perlu perlindungan perangkat yang kuat dan penggunaan koneksi yang aman.
Berdasarkan riset antara Februari-April 2018, Kaspersky mendeteksi penyebaran malware Roaming Mantis di 150 jaringan yang berlokasi sebagian besar di Korea Selatan, Bangladesh, dan Jepang. Director of The Global Research Analysis Team APAC Kaspersky, Vitaly Kamluk, mengatakan kasus ini pertama kali dilaporkan oleh media Jepang. Setelah diteliti, ternyata malware ini bukan berasal dari Jepang.
“ Kenyataannya, kami menemukan beberapa indikasi bahwa di balik serangan ini tidak terdapat pelaku yang berbicara bahasa Cina dan Korea. Lebih jauh, korban tak hanya berlokasi di Jepang. Roaming Mantis yang kelihatannya berfokus di Korea dan Jepang, mungkin berdampak lebih besar,” kata Kamluk.
Sekadar informasi, Kaspersky Lab menemukan ada 150 target dan analisisnya menunjukkan terjadi ribuan koneksi ke server penyerang secara harian. Roaming Mantis ini menunjukkan ada kemungkinan untuk disebar lebih luas di kawasan Asia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya