Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks ISSI Dan JII Mencetak Rekor Terendah Hari Ini.
Dream - Bursa saham Indonesia kebakaran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat kembali menyentuh 6000, kini kembali tersungkur bahksan sampai terlempar dari level 5900. Dua indeks acuan saham syariah ikut tak berdaya dan mencetak koreksi terdalam sepanjang 2018.
Aksi jual besar-besar pelaku pasar terjadi setelah muncul sentimen negatif dari nilai tukar rupiah. Meski The Fed batal menaikkan tingkat suku bunga acuan, kurs rupiah terhadap dollar As malah makin rontok.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 3 Mei 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok sampai 2,50 persen atau terkoreksi 4,522 poin ke level 176,563.
ISSI sebelumnya tercatat mengalami pelemahan terdalam sebesar 2,31 persen pada Kamis, 26 April 2018 lalu.
Indeks acuan saham syariah ini bergerak lemah sejak awal perdagangan. ISSI membuka perdagangan dengan melemah ke level 180,366 dan sempat menyentuh titik nadir di 175,563.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), mengalami koreksi lebih parah. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini melorot hampir 3 persen atau melemah 20,565 poin (2,96%) ke level 675,122.
Transaksi jual beli saham syariah relatif masih tinggi dari biasanya. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, sebanyak 41,69 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan dana bergulir sampai Rp4,25 triliun.
Pemodal asing juga masih dalam posisi jual dengan porsi cukup tinggi. Nett sell asing tercatat mencapai Rp437 miliar.
Kinerja indeks sektoral seluruhnya jeblok. Saham infrastruktur dan pertambangan menjadi korban aksi beli investor setelah terjun bebas 3,2 persen dan 3,04 persen.
Hanya satu emiten keping biru syariah yang memikat hati investor, yaitu UNTR. Harga sahamnya hanya naik Rp250.
Investor lebih banyak menjual saham bluechip syariah hari ini. Saham-saham yang paling banyak dijual adalah UNVR, LPPF, ICBP, SMGR, dan AKRA. Harga kelima saham ini anjlok masing-masing Rp750, Rp625, Rp500, Rp275, dan Rp210.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs rupiah terhadap dolar AS naik 10 poin (0,07%) ke level Rp13.938 per dolar. Meskipun demikian, dolar semakin mendekati Rp14 ribu.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya