Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
BPS Mencatat Inflasi Mei 2016 Sebesar 0,24 Persen. (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,24 persen pada Mei 2016. Penyebabnya adalah kenaikan seluruh indeks kelompok pengeluaran.
Kepala BPS, Suryamin, mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,67 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Singaraja, Bali, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang masing-masing sebesar 0,02 persen.
" Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,92 persen dan terendah di Maumere 0,01 persen," kata Suryamin, sebagaimana keterangan tertulis, Rabu 1 Juni 2016.
Suryamin mengatakan tingkat inflasi Januari-Mei 2016 sebesar 0,4 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,33 persen. " Komponen inti pada Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen," kata dia.
Menurut Suryamin, inflasi ini terjadi karena ada kenaikan harga di semua komponen pengeluaran, yaitu kelompok bahan bakar 0,3 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,58 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen.
Sementara, kelompok sandang mengalami kenaikan harga 0,44 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan pun juga mendorong terjadinya inflasi.
Suryamin menjelaskan, beberapa komoditas yang harganya naik adalah daging ayam ras , gula pasir, tarif angkutan udara, dan rokok kretek. " Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, beras, tomat sayur, ikan segar, cabai rawit, dan semen," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
