5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Produk Bulu Mata Palsu Indonesia Merambah Mancanegara. (foto: Shutterstock)
Dream – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bersama PT Astra International Tbk melepas ekspor bulu mata palsu ke Turki, Zimbabwe, dan Amerika Serikat. Ekspor bulu mata ini diperkirakan mencapai US$30 ribu atau sekitar Rp428 juta.
Dikutip dari laman Kementerian Perdagangan, Selasa 28 September 2021, ekspor mata ini dilakukan oleh PT Diva Prima Cemerlang yang berperan sebagai fasilitator bulu mata palsu Desa Sejahtera Astra (DSA) Purworejo, Jawa Tengah.
Dirjen PEN Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi, mengapresiasi Diva Prima Sejahtera yang menjadi fasilitator bulu mata palsu sehingga produk itu bisa mendunia, termasuk ke pasar Afrika dan Amerika Serikat. Dikatakan bahwa persaingan dan persyaratan pemasarannya sangat ketat.
“ Diharapkan dapat memacu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di level lainnya untuk lebih semangat berkarya dan ikut memasuki pasar internasional,” kata Didi.
Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan, Marolop Nainggolan, mengatakan pelepasan ekspor ini merupakan salah satu kerja sama Ditjen PEN Kementerian Perdagangan dan Astra Internasional dalam program Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa. Kerja sama ini ditandatangani pada 28 Juli 2021.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas ekspor sekitar 755 desa dalam program DSA agar berdaya saing dan mampu berkompetisi di pasar global.
Kedua pihak sepakat untuk menciptakan minimal 100 desa yang mampu ekspor secara mandiri dan mendapatkan repeat order dalam kurun waktu kerja sama selama dua tahun.
DSA Purworejo sendiri merupakan salah satu kawasan desa yang telah memberdayakan lebih dari 200 masyarakat lokal di tiga desa dalam memproduksi bulu mata palsu. Sebelumnya, DSA Purworejo melalui PT Diva Prima Cemerlang juga telah melakukan ekspor bulu mata palsu ke beberapa negara, seperti Inggris, Prancis, Belgia, Ceko, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Nigeria, dan Kolombia.
“ Kita harus lebih jeli melihat peluang yang masih terbuka lebar di pasar internasional. Diharapkan ekspor bulu mata palsu ini akan terus berlanjut dan mendapatkan repeat order dengan jumlah transaksi yang lebih besar dan negara tujuan ekspor yang semakin bertambah,” kata Marolop.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020, Indonesia merupakan eksportir bulu mata palsu kedua terbesar di dunia setelah Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$387,6 juta (Rp5,52 triliun) dengan pangsa pasar di dunia sebesar 8,47 persen. Pasar utama tujuan ekspor bulu mata palsu Indonesia adalah Amerika Serikat, Malaysia, Jerman, Korea Selatan, dan Inggris.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil