Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: The Star)
Dream - Keuangan syariah bisa menjembatani ketimpangan finansial dalam pembangunan infrastruktur jangka panjang. Hal ini dikatakan oleh Wakil Menteri Keuangan Malaysia, Datuk Johari Abdul.
Johari mengatakan potensi keuangan syariah sangat besar dan bisa menjadi jalan keluar bagi masalah pembiayaan proyek infrastruktur.
" Negara berkembang bekerja keras untuk mencari sumber pembiayaan bagi proyek infrastruktur mereka dan keuangan syariah bisa menjadi pilihannya," kata dia dalam acara " Developing An Islamic Infrastructure Investment Platform (I3IP)" di Kuala Lumpur dilansir dari The Star, Rabu 11 Mei 2016.
Johari mengatakan bahwa pasar modal syariah global sangat besar. Nilainya di atas US$21,5 triliun atau Rp286.165 triliun. Sementara itu, di Malaysia sendiri, pada kuartal I 2016, nilai pasar modal Malaysia sebesar 2,82 triliun ringgit malaysia atau Rp9.290 triliun. Pasar sukuk Malaysia pun terbilang paling besar di dunia. Pangsa pasarnya suku Malaysia sebesar 70 persen dari penerbitan obligasi global.
Dengan nilai itu, dia mengklaim pasar modal Malaysia cukup baik. " Ini bergantung kepada kita untuk membantu negara-negara Asia-Pacific Economic Cooperation Business Advisory Council (ABAC) karena mereka membutuhkan modal untuk membangun infrastrukturnya," kata dia.
Johari mengatakan akan lahir platform untuk menyelesaikan tantangan di keuangan syariah dan membantu pengembangan investasi lembaga keuangan syariah.
Pemerintah Malaysia juga mendesak agar muncul formula untuk mengemas produk keuangan syariah seperti sukuk, lindung nilai, perbankan, dan takaful menjadi lebih efektif untuk membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya