Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Pelajar Di Desa Puay, Papua, Harus Menumpang Di Kota Lain Untuk Bersekolah. (Foto:merdeka.com)
Dream – Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menyalurkan listrik desa. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN mencanangkan program Papua Terang pada 2020.
Salah satu desa yang dibidik adalah Desa Puay.
Seorang tokoh masyarakat Puay, Frederick, menceritakan selama ini mereka harus hidup dalam kegelapan. Ketiadaan aliran listrik memang membuat masyarakat sulit beraktivitas. Misalnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Dia mengatakan pelajar di Puay terpaksa harus menempuh jarak 15 km-20 km untuk bersekolah karena sekolah Puay tidak ada listrik.
“ Kalau menggunakan petromaks, mata anak-anak menjadi sakit dan terganggu,” kata dia di Papua, dilansir dari Merdeka.com, Jumat 16 Desember 2016.
Frederick mengatakan solusinya adalah menitipkan buah hati mereka kepada keluarga yang tinggal di kota terdekat—tentunya yang telah mendapatkan aliran listrik. Kota terdekat adalah Yoka.
“ Setiap hari Minggu, anak-anak pergi ke kota untuk belajar. Hari Sabtu, mereka pulang untuk bertemu dengan orang tuanya,” kata dia.
Setelah mendapatkan aliran listrik, Frederick mengatakan anak-anak di Puay tidak perlu repot-repot pergi ke kota untuk menimba ilmu.
“ Lampu sudah menyala 24 jam di sini. Orang tua juga senang bisa terus bersama anak-anaknya. Listrik ini banyak manfaat bagi warga desa,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan