Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Melemah Di Akhir Pekan.
Dream - Pengaruh sentimen negatif global dan regional masih mempengaruhi laju indeks bursa saham Indonesia Indonesia. Harga komoditas khususnya minyak mentah yang melemah turut memaksa pelaku pasar menahan diri masuk pasar.
Tanpa adanya sentimen positif yang muncul, dua indeks acuan saham syariah terpaksa mengikut laju pelemahan pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat 16 Desember 2016.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 1,194 poin (0,69%) ke posisi 170.739. Indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 8,440 poin (1,22%) ke level 685,805.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 83,14 miliar lembar saham syariah telah diperdagangkan pelaku pasar dengan total transaksinya sebesar Rp6,97 triliun.
Dua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya memulai perdagangan dari zona positif. ISSI bahkan sempat bergerak naik dan menyentuh level tertingginya di 172.467.
Namun munculnya tekanan jual pemodal asing membuat investor memilih melakukan aksi jual. Asing tercatat melepas saham syariah dengan nett sell hingga Rp 809 miliar, naik tajam dari penutupan kemarin.
Sebagian besar indeks sektoral rontok. Hanya ada dua emiten sektoral yang menjadi penggerak perdagangan, yaitu emiten sektor pertanian yang naik 0,46 persen dan sektor industri dasar yang naik 0,84 persen. Sisanya tersungkur di zona merah.
Indeks sektoral yang mencatat koreksi terdalam yaitu industri aneka yang turun 1,96 persen dan infastruktur 1,54 persen.
Emiten bluechips syariah yang menjadi saham pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) hari ini adalah INTP yang naik Rp225, SMGR Rp200, AALI Rp150, LPPF Rp100, dan PTPP Rp60.
Sebaliknya, saham keping biru syariah yang menjadi top losser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp575, INDF Rp225, AKRA Rp200, PTBA Rp200, dan ASII Rp175.
Dari pasar uang, rupiah ditutup menguat di level Rp13.368 per dolar AS. Nilai tukarnya naik 16 poin atau 0,12 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya