Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kenaikan Suku Bunga The Fed Mendorong Pelemahan Indeks Syariah.
Dream - Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin. Kenaikan suku bunga The Fed ini membuat indeks syariah berguguran.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 15 Desember 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0,603 poin (0,35%) di level 171,933. Indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), pun turut melemah 3,101 poin (0,44%) di level 694,254.
Perdagangan hari ini diwarnai dengan banyaknya saham syariah yang harganya turun. Ada 108 saham syariah yang anjlok. Kenaikan harga 73 saham syariah belum cukup menopang kinerja perdagangan. Sepanjang hari ini, sebanyak 60,54 miliar lembar saham diperjualbelikan dengan nilai transaksi sebesar Rp4,15 triliun.
Mayoritas emiten sektoral mengalami koreksi indeks. Indeks yang paling besar penurunannya adalah emiten industri dasar yang indeksnya merosot 0,86 persen, disusul infrastruktur 0,47 perse, dan industri aneka 0,31 persen. Hanya ada dua emiten sektoral yang kinerjanya positif, yaitu emiten pertanian yang indeksnya naik 0,82 persen dan konsumer 0,18 persen.
Emiten syariah top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik tertinggi sebesar Rp225, disusul AALI Rp150, PTBA Rp100, UNVR Rp100, dan WIKA Rp100.
Sebaliknya, emiten syariah top losser adalah INTP yang harga sahamnya turun paling banyak, yaitu Rp450, diikuti oleh SMGR Rp325, ICBP Rp225, SILO Rp150, dan PGAS Rp80.
Sentimen negatif terhadap kenaikan suku bunga The Fed juga berdampak pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.349 per dolar AS atau melemah 69 poin (0,52 persen).
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan