Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Krisis Yunani Usai, Indeks Syariah Mantap Menguat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 14 Juli 2015 09:35
Krisis Yunani Usai, Indeks Syariah Mantap Menguat
Investor kini memantau hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan neraca perdagangan Juni 2015.

Dream - Sentimen positif dari kawasan global mendorong bursa saham syariah kembali melanjutkan laju penguatannya. Pelaku pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Untuk sementara pelaku pasar tampaknya masih menghindari saham-saham sektor komoditas. Kedua sektor saham masih bergerak di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 14 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,633 poin ke level 157,813.

Bergerak di zona hijau, laju ISSI masih fluktuatif di awal perdagangan. Melemahnya bursa saham regional menjadi sentimen yang dipantau pelaku pasar.

Hingga 25 menit waktu perdagangan, ISSI masih menguat 0,527 poin (0,34%) ke level 157,707.

Aksi beli investor telah mendorong 77 emiten syariah melaju ke zona hijau. Sisanya, 39 emiten ISSI bergerak melemah dan 40 lainnya bertahan stagnan.

Transaksi perdagangan saham relatif mulai meningkat dengan mencetak angka Rp 447,02. Sebanyak 5,13 miliar saham syariah sudah ditransaksikan pelaku pasar.

Melantainya pelaku pasar jelang libur lebaran juga dialami saham-saham bluechips syariah. Naik 3,776 poin, Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat di level 658,591.

JII masih menguat 2,800 poin (0,43%) ke level 657,615 sampai 25 menit perdagangan.

Hampir dua pertiga saham bluechips syariah, atau 19 emiten, menjadi buruan pelaku pasar. Sisanya, 7 emiten tertekan aksi jual dan 4 lainnya bertahan stagnan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali ke level 4.900. Naik 13,949 poin (0,29%), IHSG dibuka di level 4.907,866.

IHSG kembali bertambah 14,504 poin (0,30%) ke level 4.908,421 di sesi pembukaan.

Lantai bursa pagi ini sudah menghimpun dana investor hingga Rp 738,77 miliar dan 7,7 miliar saham yang berpindahtangan. Investor asing masih membukukan nett buy Rp 6,95 miliar.

Beri Komentar