Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penumpang Antre Untuk Naik Kereta Di Jepang. (Foto: Realestate.co.jp)
Dream – Kereta menjadi salah satu transportasi publik yang lazim digunakan oleh para penglaju. Kondisi kereta yang padat pada jam sibuk sudah biasa bagi commuter.
Kondisi kepadatan penumpang kereta ternyata menarik perhatian pemerintah daerah Tokyo, Jepang.
Kepadatan gerbong menjadi masalah bagi para penglaju di jam-jam berangkat kerja dan pulang kantor. Tak hanya itu, antrean kereta juga masalah transportasi ini.
Dilansir dari Next Shark, Jumat 20 Juli 2018, pemerintah setempat meluncurkan kampanye untuk mendorong penglaju berangkat lebih awal dari yang biasanya.
Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menginisiasi kampanye Jisa Biz, yang berarti bisnis jangka waktu. Kampanye ini bertujuan untuk mempengaruhi pekerja menyesuaikan jadwal perjalanan dan meningkatkan kepadatan perjalanan kereta. Kampanye ini dilakukan menjelang Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralimiade.
Ada sebanyak 740 perusahaan yang berpartisipasi dalam inisiatif ini. Misalnya, Pfizer Inc., dan Microsoft. Perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan jam kerja yang fleksibel kepada karyawan. Ada juga perusahaan yang menyiapkan sarapan di kantor sebagai insentif bagi karyawan yang bersedia bekerja lebih awal.
Operator metro juga mulai menambahkan lebih banyak kereta pada pagi hari di hari kerja. Tujuannya untuk mendukung penglaju selama kampanye yang berlangsung pada 9 Juli—10 Agustus 2018.
“ Ini akan menjadi tahun kedua kami menerapkan Jisa Biz dengan slogan, ‘Jika pagi dapat berubah, setiap hari dapat berubah’,” kata Koike pada akhir bulan lalu.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya