Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kapal Karam Milik Rusia Ini Dicari-cari Oleh Perusahaan Korea Selatan. (Foto: Popular Mechanics)
Dream – Sebuah perusahaan dari Korea Selatan, Shinil Group, menemukan kapal karam Rusia. Kapal yang tenggelam di laut laut lepas pantai Korea Selatan ini disebut-sebut memuat emas senilai US$130 miliar. Jika dirupiahkan nilai mencapai Rp1.880,37 triliun.
Dilansir dari Popular Mechanics, Kamis 19 Juli 2018, kapal itu adalah kapal perang Rusia, Dmitri Donskoi. Kapal Dmitri karam saat perang Rusia—Jepang pada 1905. Perusahaan ini berencana untuk menyelamatkan emas yang dimuat oleh kapal ini.
Menurut Telegraph, Dmitri ditemukan kurang dari satu mil dari pantai Pulau Ulleung di kedalaman 1.423 kaki di Laut Jepang. Sebuah kapal selam jatuh ke bangkai kapal dan memotret gambar nama kapal di buritan dalam huruf Cyrillic.
Shinil yang menemukan bangkai kapal ini berencana untuk mendapatkan emas. Perusahaan ini meminta bantuan perusahaan di Tiongkok, Kanada, dan Inggris.
Ketika tenggelam, kapal Dmitri dilaporkan membawa 5.500 kotak batangan emas dan 200 ton koin emas. Nilai mencapai US$130 miliar. Itu lebih dari dua kali anggaran pertahanan Rusia pada 2017 yang mencapai US$61 miliar (Rp882,33 triliun).
Jika berhasil ditemukan dan diangkat, Rusia akan mendapatkan separuh dari jumlah emas yang diselamatkan.
Sekadar informasi, kapal ini merupakan kapal penjelajah lapis baja milik Angkatan Laut Kekaisaran Rusia. Kapal tersebut dirilis pada 1883. Dia memiliki 4 senjata berukuran 8 inci, 14 senapan 6 inci, dan 4 tabung torpedo. Kapal yang berukuran 306 kaki ini memiliki bertenaga uap yang didukung oleh boiler pembakaran batubara.

Pada 1904, Jepang menyerang daerah kekuasaan Rusia di Far East. Dmitri menghindari kontak dengan musuh dan bertindak sebagai penjarah perdagangan. Pada 1905, kapal ini terlibat dalam Perang Tsushima—Jepang memenangkan perang ini.
Kapal tersebut rusak dan dikejar oleh kapal-kapal Jepang. Sehari setelah pertempuran, komandan kapal, Kapten Ivan Lebedev, kabur ke Pantai Ulleung dan mengevakuasi krunya di sana.
(Sah, Laporan: Erisa Riyana)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya