Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Melemahnya rupiah memaksa indeks bursa saham Indonesia mendekam di zona merah. Sentimen ini berpadu dengan koreksi yang dialami sejumlah indeks saham utama Asia.
Kurs Rupiah sore ini memang terus bergerak melemah bahkan hampir menembus level 13.400 per dolar AS. Rupiah bertengger di level 13.380 per dolar AS atau terdepresiasi 90 poin (0,68%).
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 8 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 2,661 poin (1,63%) ke level 160,999.
ISSI menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona merah. Level tertinggi ISSI hanya mampu dicetak di level 163,254 dan terendah 160,725.
Aksi jual pelaku pasar membuat 155 emiten syariah menutup awal pekan di zona negatif. Hanya 27 emiten ISSI yang masih diburu investor.
Transaksi perdagangan saham syariah mencetak nilai Rp 2,48 triliun dengan 29,67 miliar saham yang berpindahtangan.
Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah. Terpangkas 11,883 poin (1,74%), Jakarta Islamic Index (JII) terpaku di level 672,867.
Hampir seluruh emiten penghuni JII bertengger di zona merah. Pelaku pasar hanya memburu saham dari dua emiten sementara 1 lainnya bertahan stagnan.
Dua emiten ISSI yang bergerak positif tersebut adalah ITMG dan WSKT yang naik masing-masing Rp 175 dan Rp 5 per saham.
Di jajaran top losser, bercokol saham-saham unggulan syariah seperti LPPF yang terkoreksi Rp 1.175, AALI (Rp 800), UNVR (Rp 600), ICBP (Rp 475), dan UNTR (Rp 350) per saham.
Pasar modal Indonesia di awal pekan ini memang dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan melemah 85,580 poin (1,68%) ke level 5.014,992.
Lanta bursa awal pekan ini mencetak transaksi senilai Rp 4,21 triliun. Dengan mengusung 236 emiten ke zona merah dan hanya 57 emiten yang menguat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya