Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang anggota dewan lokal di Prancis sangat bersemangat mengampanyekan anti-limbah supermarket di Prancis.
Akibat aksinya itu pemerintah Prancis mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan supermarket untuk menyumbangkan makanan masih layak ke badan-badan amal.
Kini, anggota dewan bernama Arash Derambarsh, 35 tahun, itu sedang mempersiapkan petisi agar undang-undang tersebut bisa diterapkan di seluruh Eropa.
Pria keturunan Iran ini mengatakan kampanye tersebut didorong oleh 'kemarahan' dan kenangan pahit saat menjadi mahasiswa miskin.
Derambarsh punya rencana besar yaitu mengurangi kelaparan dunia dengan mengingatkan supermarket untuk tidak membuang makanan masih layak secara sia-sia.
" Anda bisa mengatakan rencana ini naif atau idealis, tapi apa yang saya usulkan adalah realistis," katanya seperti dikutip dari Gulf News, Senin, 8 Juni 2015.
Anggota parlemen Prancis telah mengesahkan undang-undang pada Mei lalu yang melarang supermarket membuang berton-ton makanan di tempat sampah setiap hari.
Toko dengan luas lebih dari 400 meter persegi diwajibkan untuk menandatangani kesepakatan mengirim makanan kepada badan amal hingga Juli 2016. Jika tidak melaksanakan peraturan tersebut, maka akan didenda 75.000 euro.
Untuk makanan yang tidak layak dikonsumsi harus digunakan untuk pakan ternak atau dibuat kompos.
Itu adalah bagian dari hukum yang memaksa toko untuk memberikan makanan yang tidak diinginkan kepada setiap badan amal yang memintanya.
Derambarsh menganggap disahkannya undang-undang ini sebagai kemenangan pribadinya.
Aksi anggota dewan kota Courbevoie di luar Paris ini dimulai pada bulan Januari lalu saat meluncurkan petisi di Change.org. Derambarsh menuntut undang-undang mengatur masalah limbah makanan.
Petisi yang diusulkan Derambarsh berhasil mengumpulkan 211.000 tanda tangan dan akhirnya mendapat dukungan pemerintah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya