Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Pedagang Valas (Antarafoto.com)
Dream - Kurs rupiah kembali terjungkal. Data Bloomberg menunjukan rupiah jatuh ke posisi terlemahnya sejak 17 tahun terakhir akibat penarikan dana asing dalam Tanah Air.
Pelaku pasar khawatir kenaikan harga barang akan memaksa bank sentral menurunkan tingkat suku bunga acuannya.
Mengutip laporan Bloomberg, Senin, 8 Juni 2015, penarikan besar-besaran dana asing terlihat di pasar modal Indonesia. Tak kurang dari US$ 70 juta dana asing telah ditarik investor asing akhir pekan lalu.
Rupiah sepanjang 2015 tercatat sudah melemah 6,7 persen atau merupakan yang terparah diantara negara-negara Asia.
Data Bloomberg pagi ini menunjukan kurs rupiah dibuka dilevel 13.382 per dolar AS.
Dalam 52 pekan terakhir, rupiah bergerak di kisaran 11.483-13.387 per dolar AS.
Sementara itu, kurs refensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjuakn rupiah hari ini diperdagangan di kisaran 13.360 per dolar AS.
Posisi kurs acuan nilai tukar rupiah di Tanah Air merupakan yang terendah sepanjang tahun 2015.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
