Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direksi Dan Komisaris BNI Syariah Dalam Peresmian Kantor BNI Syariah Wilayah Jabodetabek (Dream.co.id/Rifka Annisa)
Dream - PT Bank BNI Syariah mencatat pertumbuhan posisi sepanjang tahun 2016. Laba anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk itu tumbuh 21,38 persen menjadi Rp277,38 miliar dari Rp228,53 miliar di tahun sebelumnya.
" Pertumbuhan laba tersebut ditopang berbagai upaya pengembangan bisnis termasuk produk jasa dan layanan pembiayaan produktif maupun konsumtif serta peningkatan dana murah (CASA)," kata Direktur Utama PT BNI Syariah Iman Teguh Saptono dalam keterangan pers Peresmian BNI Syariah Wilayah Jabodetabek serta paparan kinerja 2016 di Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017.
Pertumbuhan positif BNI Syariah juga didukung dengan kualitas pembiayaan (NPF) yang dapat terjaga di bawah 3 persen. Serta operasional perusahaan yang dapat ditekan terlihat dari penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) menjadi 87,67 persen.
Sepanjang tahun 2016, BNI Syariah melaporkan aset perusahaan mengalami pertumbuhan 23,01 persen menjadi Rp 28,3 triliun. Sumber utama pertumbuhan itu berasal dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya giro dan tabungan sebesar 25,41 persen senilai Rp24,23 triliun.
Untuk pembiayaan, Imam mengungkapkan, terjadi peningkatan sebesa 15,35 persen dengan komposisi terbesar masih berasal dari pembiayaan konsumtif sebesar 53,26 persen atau Rp 1092 triliun.
Pembiayaan lain yang mengalami pertumbuhan adalah ritel produktif Rp4,61 triliun (22,48%), komersial Rp3,40 triliun (16,59%), mikro Rp 1,20 tirliun (5.88%), dan produk unggulan Hasanah Card Rp367,60 miliar (1,79%).
(Sah/Laporan: Rifka Annisa)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya