Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham syariah akhirnya mendekam seharian di zona negatif. Menguatnya indeks saham sektor pertanian dan perdagangan berhasil memperbaiki posisi ISSI dan JII di sesi penutupan.
Pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,670 poin (0,45%) ke level 147,300.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga sedikit memperbaiki posisinya meski melemah 2,668 poin (0,43%) ke level 620,940.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sama sekali tak mampu keluar dari tekanan jual. ISSI bahkan sempat terseret ke level terendahnya di 145,589.
Aksi jual saham investor mendorong 121 emiten syariah menutup perdagangan di zona merah. Namun, pelaku pasar masih berburu saham dari 52 emiten dan mempertahankan posisi harga saham dari 49 emiten ISSI lainnya.
Di jajaran saham bluechips syariah, sebanyak 9 emiten juga berhasil ditutup menguat. Namun tekanan jual justru melanda 19 emiten lainnya.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,15 triliun dengan 40,21 miliar saham beralihtangan.
Saham-saham bluechips syariah yang mengalami tekanan jual besar diantara INTP yang turun Rp 500 per saham. Disusul SMGR Rp 375, SILO Rp 250, AKRA dan ITMG Rp 100.
Sebaliknya, LPPF dan AALI memimpin daftar top gainer usai menguat Rp 600 dan Rp 475 per saham. Penghuni lainnya adalah SCMA yang naik Rp 50, JSMR Rp 20, dan LPKR Rp 10 per saham.
Turunnya sebagian besar indeks sektor saham memang membuat bursa saham Indonesia tak berkutik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus puas menutup perdagangan dengan melemah 17,653 poin (0,38%) ke level 4.674,058.
Koreksi indeks saham memang melanda sebagian besar bursa saham Asia. Meski indeks Hang Seng dan Shanghai Composite mulai bergerak menguat.
Beruntung, kurs rupiah yang beberapa hari lalu tertekan kini sedikit bernapa lega. Rupiah sore ini menguat 19 poin (0,14%) menjadi 13.629 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya