Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah mengalami tekanan kuat di perdagangan usai libur panjang Idul Adha. Kondisi regional yang melemah serta masih adanya aksi jual asing menahan pelaku pasar kembali melantai.
Aksi jual investor menyeret Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 13 September 2016 dengan melemah 2,689 poin (1,54%) ke level 172,185.
Koreksi juga dialami indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 10,395 poin (1,42%) ke level 720,092.
Kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak seharian di zona negatif. ISSI sempat terjun ke level terendah di 172,125 dan hanya mampu menyentuh posisi tertinggi di 174,362.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,47 triliun dengan 34,49 miliar saham yang berpindahtangan.
Dari aksi jual, sebanyak 156 emiten syariah menutup perdagangan awal pekan di zona merah. Sementara 42 lainnya masih bisa menembus zona positif dan 34 lainnya bertahan stagnan.
Tanpa sentimen positif yang menghampiri, bursa saham Indonesia memang tak bisa berbuat banyak. Seluruh indeks sektoral bergerak lemah dipimpin emiten pertambangan yang terjun 4 persen, industri aneka 3,07 persen, dan properti 2,17 persen.
Investor asing awal pekan ini masih melakukan aksi jual dengan nett sell hingga Rp 370 miliar. Dibandingkan penutupan akhir pekan lalu, aksi jual asing ini memang berkurang signifikan.
Saham-saham bluechips syariah yang mengalami tekanan jual besar kali ini adalah PTBA yang turun Rp 600 per saham. Top losser indeks JII lainnya dihuni AALI yang melemah Rp 450, AKRA Rp 350, ASII Rp WIKA Rp 250 per saham.
Di jajaran top gainer, hanya ada empat emiten JII yang bertengger. Keempat emiten itu adalah LPPF yang naik Rp 125, MIKA Rp 50, UNVR Rp 25, dan SSMS Rp 15 per saham.
Berbeda dengan pasar saham yang dilanda awan negatif, kurs rupiah sore ini justru bergerak naik. Laju rupiah hingga perdagangan pukul 16.12 WIB, menguat 76 poin (0,57%) menjadi 13.166 per dollar AS. Penguatan ini berbeda dengan laju sebagain besar mata uang utama dunia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya