Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kue Kering
Dream - Berbeda dengan bisnis kue skala besar yang memiliki tim pemasaran sendiri, usaha rumahan harus panjang akal untuk membesarkan bisnisnya. Selain mengandalkan cara tradisional yakni promosi mulut-ke-mulut, perkembangan internet saat ini sangat berperan besar.
La Rist merupakan salah satu usaha kue rumahan yang banyak terbantu dengan perkembangan internet. Usaha yang dirintis sejak 9 tahun silam ini kian berkembang setelah melakukan promosi melalui media sosial dan blog.
" Selain dari mulut ke mulut dari pelanggan yang pernah membeli produk kami, kami juga memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan kue-kue kering buatan La Rist," kata Bambang Wisanggeni, pemilik 'La Rist' kepada Dream.co.id.
Dengan begitu, disebut Bambang, pemesannya bukan hanya dari kawasan Jakarta dan Bekasi saja. Tahun ini La Rist bahkan telah menerima pesanan kue dari Bandung.
" Meski belum terlalu banyak pesanan dari media sosial, tapi kami lumayan terbantu karena konsumen bisa mendapat informasi melalui fanpage Facebook 'La Rist Roti Imute' atau di www.larist.weebly.com," ungkap Bambang.
Tidak mengherankan jika pesanan kue kering tahun ini meningkat hingga mencapai 190 toples dari 130 toples pada tahun lalu. Banyaknya pesaing tidak menjadikan 'La Rist' sebagai salah satu bisnis rumahan terpinggirkan. Bambang menyebut ada hal utama yang membedakan usaha rintisannya dengan toko atau bisnis rumahan lainnya.
" Kami mempertahankan unsur kesegaran, artinya, kami tidak pernah menggunakan bahan pengawet atau menyetok produk maupun bahan baku. Jadi pemesan akan menerima kue yang baru karena kami hanya berproduksi jika ada pesanan saja," ucapnya lagi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya