Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dibuka menguat di zona merah, indeks bursa saham Indonesia bergerak melemah di sesi penutupan pertama. Aksi jual pemodal lokal jelang libur panjang Lebaran telah menekan pergerakan indeks.
Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat, 25 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 18,46 poin (0,36%) ke level 5.080,17.
Turunnya harga saham dari 134 emiten di BEI telah menggiring IHSG ke zona merah. Transaksi perdagangan saham kali ini melibatkan 29,6 miliar saham dengan nilai Rp 2,96 triliun.
Pada pra pembukaan perdagangan tadi pagi, IHSG sempat naik 5,91 poin (0,12%) ke level 5.104,56. Namun penguatan ini tak sanggup bertahan di sesi pembukaan ketika IHSG melemah 18,02 poin ke level 5.080,69.
Koreksi saham di sesi perdagangan pertama juga dialami dua indeks saham syariah BEI. Sama seperti IHSG, kedua indeks ini juga dibuka menguat di awal perdagangan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada penutupan sesi siang melemah 0,62 poin (0,37%) ke level 167,08. Naiknya harga saham dari 81 emiten syariah tak sanggup mengangkat ISSI ke zona hijau.
Sebanyak 19,33 miliar saham syariah telah beralih tangan dan melibatkan perputaran uang hingga Rp 2 triliun.
Pelemahan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 3,26 poin (0,47%) ke level 689,18. Indeks JII pagi tadi dibuka menguat ke level 694,37.
Jelang libur panjang ini, indeks JII sempat menembus level tertinggi 695,45. Sebanyak 17 emiten bluechips syariah melaju di teritori negatif.
Dari kawasan regional, indeks saham bergerak variatif dimana Hang Seng dan Strait Times melemah masing-masing 0,05 persen dan 0,29 persen.
Sementara indeks Nikkei Jepang dan Kospi Korea masih sanggup melaju di zona hijau dengan menguat 0,57 persen dan 0,28 persen.
Pelemahan juga terlihat di pasar keuangan regional. Dolar bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang utama Asia.
Nilai tukar rupiah di sesi siang ini tercatat melemah 39 poin (0,35%) menjadi Rp 11.607 per dolar AS.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menjelaskan, liburan panjang selalu membuka portfolio yang dimiliki oleh pemodal, terekspos oleh resiko pasar. Padahal, pemodal juga butuh ketenangan diri untuk bisa menikmati liburan bersama keluarga.
" Pemodal sebaiknya mengambil posisi yang rasional, agar tidak terlalu membebani jika sekiranya terdapat hal-hal yang tidak diinginkan selama liburan ini," katanya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya