Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah fakta yang cukup menarik terjadi di Gaza. Wilayah yang selalu identik dengan perang ini ternyata menyimpan informasi mengejutkan. Di balik berkecamuknya perang, ada sebuah usaha untuk menjadikan Gaza sebagai 'Silicon Valley' Palestina.
Silicon Valley merupakan tempat tumbuhnya industri startup di Amerika Serikat (AS). Wilayah ini telah banyak melahirkan perusahaan-perusahaan teknologi informasi besar yang kelak menjadi penguasa di dunia.
Dikutip Dream dari laman Huffingtonpost, Jumat, 25 Juli 2014, sebelum Israel menyerbu Gaza pada 8 Juli lalu, sebuah acara empat tahunan bernama Gaza Startup Weekend digelar pada 19-21 Juni. Di acara tersebut, orang-orang Gaza yang tertarik bisnis teknologi berlomba membuat startups dan mendapatkan pendanaan dari investor global.
Mariam Abultewi adalah perempuan pertama di Gaza yang startups-nya mendapat pendanaan dari investor. Abultewi merancang startups dan aplikasi berbasis mobile bernama Wasselni yang diluncurkan secara resmi 5 bulan yang lalu. Dengan Wasselni, orang bisa memesan taksi hanya dengan sentuhan jari.
Menjadi seorang entrepreneur perempuan di Gaza tidak mudah, kata Abultewi menceritakan awal perjalanannya mendirikan startups. Selain mendapat tantangan keluarga, startups yang didaftarkannya pada Gaza Startup Weekend 2011 tidak berhasil mendapat dukungan dan akhirnya ditolak.
Namun dia tidak patah arang, pada tahun 2012 Abultewi mendaftarkan lagi sebuah startups bernama Wasselni dan ternyata dinyatakan sebagai pemenang. Startup itu akhirnya mendapat pendanaan di Yordania dari sebuah program mentoring Palestina bernama Pallino. Sejak peluncuran Wasselni, ribuan orang telah menjadi anggotanya dan 120 perusahaan taxi menjadi partner-nya.
" Investor internasional kesulitan mengucurkan dana secara langsung kepada startups di Gaza," kata Tom Sperry, salah satu juri Gaza Startup Weekend. Investor dilarang menyalurkan dana ke Gaza karena pemerintahannya dijalankan oleh Hamas yang dipandang sebagai teroris oleh sebagian dunia Barat dan Amerika Serikat.
" Jadi lebih baik dilakukan secara lokal atau regional," imbuh Sperry. Untuk itu, Bank of Palestine dan Palestine Islamic Bank berkomitmen untuk menolong masalah investasi startups di Gaza.
Selain itu, startups yang didukung investor Barat atau Amerika Serikat tidak didaftarkan sebagai startups di Gaza tapi di negara-negara sekitarnya, seperti Yordania, kata Iliana Montauk, Direktur Gaza Sky Geeks - sebuah akselerator startups lokal.
Menyelenggarakan acara berkelas di Jalur Gaza sangat beresiko. Banyak sekali kendalanya, seperti penolakan Israel untuk memberi izin juri dari Ramallah, para tamu internasional yang ditarik pulang karena serangan udara Israel dan sebagainya.
Selain masalah politik dan ekonomi, perempuan yang berbisnis bidang teknologi harus menghadapi tantangan dan harapan yang berlebihan dari anggota keluarganya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya