Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jelang libur panjang akhir pekan, investor beramai-ramai melakukan aksi jual saham. Alhasil indeks syariah menatap liburan kali ini di zona merah.
Dengan penutupan ini, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menghabiskan pekan ketiga Maret di zona merah.
Aksi jual hampir merata di berbagai sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya indeks sektor infrastruktur yang naik tipis 0,21 persen.
Pada penutupan perdagangan BEI, Kamis, 24 Maret 2016, indeks ISSI turun 0,855 poin (0,55%) ke level 155,558. Koreksi juga melanda indeks saham bluechips syariah, JII, yang turun 3,810 poin (0,58%) ke level 653,178.
Meski turun, pelemahan dua indeks syariah ini sedikit lebih baik dari sesi pembukaan perdagangan tadi pagi.
Tanpa adanya sentimen positif serta sepinya transaksi perdagangan, membuat ISSI dan JII mendekam seharian di zona merah. ISSI hanya mampu mencetak level tertingginya di 156,248.
Aksi jual terlihat dari banyaknya saham-saham syariah yang menutup perdagangan di zona merah. Sebanyak 114 emiten ISSI mencetak koreksi harga. Sementara 66 lainnya masih diburu investor dan 63 emiten bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah sendiri mencapai Rp 2,95 triliun dengan 35,93 miliar saham berpindahtangan.
Koreksi dalam dialami indeks komoditas yang terserang sentimen penurunan harga minyak dunia. Indeksperkebunan tercatat turun hingga 1,96 persen sementara pertambangan turun 1,82 persen.
Emiten bluechips syariah yang mampu menguat dan mencetak top gainer kali ini adalah JSMR yang naik Rp 75, LPKR, MIKA, TLKM yang masing-masing naik Rp 20, dan WSKT Rp 15 per saham.
Aksi jual besar melanda saham-saham penggerak indeks syariah seperti UNVR yang turun Rp 475, INTP Rp 425, AALI Rp 400, AKRa dan UNTR masing-masing Rp 150 per saham.
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di pasar keuangan. Rupiah bergerak melemah sepanjang hari. Bahkan sempat menembus level terendahnya di 13.285 per dolar AS. Sore ini, rupiah melemah 65 poin (0,49%) ke level 13.255 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya