Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pejabat FIFA Ditangkap
Dream - Mungkin hanya beberapa penggemar sepakbola yang pernah mendengar tentang Traffic Group, sebuah perusahaan pemasaran olahraga asal Brasil yang didirikan Jose Hawilla.
Tetapi untuk memahami tuduhan pidana yang melanda organisasi sepakbola dunia, FIFA, ada baiknya melihat surat dakwaan yang mencantumkan nama Hawilla dan anak perusahaannya di Amerika Serikat itu.
Pejabat AS mengatakan, Hawilla adalah salah satu orang penting yang menyuap para pejabat FIFA. Sementara uang suap itu sebenarnya untuk mengembangkan sepakbola.
Di jaringan korupsi FIFA, Hawilla berperan sebagai penengah atau makelar bagi berbagai federasi sepakbola internasional dan perusahaan-perusahaan, yang ingin menjadi bagian dari olahraga itu. Khususnya dalam urusan menjadi sponsor atau pemegang hak siar pertandingan.
Semua federasi atau perusahaan itu harus berurusan dengan Hawilla dan Traffic Group, karena sudah memiliki kesepakatan dengan berbagai federasi sepakbola di dunia. Dan untuk melancarkan bisnisnya sebagai makelar, Hawilla harus menyuap para pejabat federasi sepakbola itu.
Dakwaan hukum tidak menyebutkan perusahaan sponsor atau badan penyiaran yang membayar suap kepada Hawilla atau pejabat FIFA.
Tetapi kontrak perusahaan-perusahaan itu dengan Hawilla, yang digunakan untuk mendanai suap yang berakhir di kantong pejabat FIFA.
Dan suap itu semakin banyak hingga mencapai jumlah mengejutkan seiring makin populernya olahraga sepakbola di AS.
Mengaku Bersalah
Pada Desember 2014, Hawilla dan anak perusahaan Traffic Group di Florida secara diam-diam mengaku bersalah di pengadilan federal AS, karena melakukan tindakan pemerasan, penyuapan dan pencucian uang.
Sebagai bagian dari pengakuan itu, Hawilla sepakat menyerahkan uang senilai US$ 151 juta yang diperoleh dari perbuatannya itu. Namun dia hanya menyetor US$ 25 juta.
Pengakuan bersalah itu dipublikasikan pada Rabu, 27 Mei pada saat tuduhan baru dijatuhkan kepada beberapa pejabat tinggi FIFA.
Setelah itu, aparat penegak hukum di Swiss, markas besar FIFA, melakukan penangkapan sejumlah pejabat tinggi FIFA yang sekarang akan diekstradisi ke AS untuk diadili.
Dalam dakwaannya Hawilla tidak menyebut nama-nama pejabat tinggi FIFA siapa saja yang dia suap. Namun, dia menggunakan istilah 'rekan sekongkol 1', yang digambarkan sebagai 'pejabat tinggi FIFA'.
Masih menurut dakwaan yang sama, seorang pejabat FIFA mengatakan kepada Hawilla pada tahun 1991, 'Hawilla akan meraup banyak uang dari hak yang dimilikinya'.
Pejabat itu kemudian menambahkan adalah hal yang 'wajar', jika dia juga mendapat bagian dari uang itu.
Dan dalam perkembangannya, banyak pejabat FIFA lainnya yang mulai berani minta 'jatah' dari kontrak yang disepakati Traffic Group.
Pada 2013, Hawilla dan perusahaan pemasaran olahraga lainnya sepakat bagi-bagi uang kepada 11 pejabat FIFA senilai US$ 100 juta.
Tiga pejabat tertinggi FIFA minta bagian masing-masing US$ 15 juta. Tujuh pejabat lainnya mendapat US$ 9,5 juta, dan sisanya mendapat jatah US$ 2,5 juta.
(Ism, Sumber: CNN Money)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya