Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menyambut pergantian tahun, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar jumpa pers terkait pencapaian hasil kerja selama 2015. Menteri pariwisata, Arief Yahya memaparkan jumlah sementara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Januari hingga Oktober 2015.
Selama sepuluh bulan terkahir, tercatat angka kumulatif sebanyak 8.017.589 kunjungan wisman. Jumlah tersebut diyakini naik sekitar 3,38 persen dibandingkan periode 2014 yang hanya mampu meraih 7.755.616 wisman.
" Tapi kami optimis, proyeksi pencapaian hinga Desember ini nanti mencapai 10,017 wisman itu artinya tumbuh sebesar 5,81 persen," ungkap Arief di Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada Rabu, 30 Desember 2015.
Kenaikan tersebut berasal dari jumlah kunjungan pada bulan November sebanyak 800 ribu wisman dan terus bertambah pada musim liburan akhir tahun. Sehingga bulan Desember jumlah wisatawan yang datang ke tanah air diperkirakan mencapai 1,2 juta wisman.
Lebih jauh Arief menyatakan bahwa sektor pariwisata telah menyumbang devisa sebesar Rp 163 triliun atau setara US$ 11,9 miliar.
Sedangkan jumlah wisatawan nusantara yang melakukan perjalanan di dalam negeri tercatat 208 juta orang. Angka ini diprediksi akan terus bertambah hingga pekan terakhir di penghujung tahun ini.
" Ada 255,05 juta perjalanan yang artinya kita berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar 255 juta kunjungan wisnus," ungkap Arief menambahkan.
Lebih jauh Arief merasa bersyukur di tengah banyaknya bencana alam yang menimpa Indonesia. Jumlah kunjungan wisman tetap jauh lebih baik dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand.
" Kita agak sial untuk tahun ini karena holiday pas masuk bulan puasa Juni. Lalu Juli sampai November ketika peak season banyak gunung meletus, kaya gunung Raung dan Bromo misalnya," kata Arief.
Laporan Ratih Wulan Pinandu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya