OJK Yakin Pegawai `Pinjaman` Enggan Balik ke BI

Reporter : Ramdania
Minggu, 3 Januari 2016 10:02
OJK Yakin Pegawai `Pinjaman` Enggan Balik ke BI
Hanya sedikit pegawai BI yang dipinjamkan ke OJK ingin kembali ke BI.

Dream - Batas waktu penetapan status pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang `dipinjamkan` dari Bank Indonesia (BI) akan segera berakhir. Berdasarkan undang-undang, setelah dua tahun sejak 31 Desember 2013, para pegawai harus menetapkan pilihannya akan bergabung dengan OJK atau kembali ke BI.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menyatakan batas waktu penetapan status ini yaitu pada tanggal 31 Januari 2016 mendatang. Dia yakin hanya sedikit pegawai `pinjaman` BI ini yang ingin kembali ke BI.

" Sedikit, paling hanya sepertiga atau mungkin hanya seperempatnya," ujar Muliaman di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2015.

Menurut Muliaman, setelah penetapan status itu, pegawai yang ingin kembali ke BI tidak langsung pindah, tetapi menunggu penyelesaian masa penugasan di OJK hingga akhir tahun 2016.

" Tidak langsung pindah, nanti tahun 2017," tegas Muliaman.

Muliaman menambahkan kebanyakan dari pegawai yang ingin kembali bergabung merupakan pegawai biasa bukan dari tataran direksi.

" Kalau yang sekarang menjabat direksi, sepertinya tidak ada," ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam UU Nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan beralih dari BI ke OJK sejak 31 Desember 2013 (Pasal 55).

Pemindahan tugas ini menyebabkan BI harus menugaskan beberapa pegawainya dalam proses transisi. Tercatat, sejak 31 Desember 2013, BI telah menugaskan 1.173 pegawai ke OJK untuk masa tugas paling singkat tiga tahun yaitu hingga akhir tahun 2016.

Beri Komentar