Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Belanja.
Dream - Salah satu platform merek produk terkenal, Brand Alliance, lewat Influential Brands, mengumumkan merek produk ternama yang terkenal di generasi Y (generasi milenial) di Indonesia.
Yang mengejutkan, para generasi yang kini berusia 21-31 tahun, atau lahir antara 1985-1995 ini ternyata lebih menyukai kualitas daripada sekadar gaya hidup.
Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 24 Juli 2016, perusahaan ini melakukan survei produk terkenal di lima negara, yaitu Singapura, Indonesia, Malaysia, Tiongkok, dan Thailand.
Survei ini dilakukan terhadap 6 ribu responden terhadap 50 kategori produk seperti makanan dan minuman, elektronik, kecantikan, dan kesehatan.
Dari hasil survei itu, Influental Brands mencatat generasi Y di Indonesia mirip dengan Malaysia, yaitu menempatkan nilai dan kualitas produk-produk impor yang hampir setara dengan produk bermerek mahal dan impor.
Generasi ini tak terlalu memikirkan negara asal merek produk itu dibuat. Bahkan, telah berkembang juga merek-merek lokal Indonesia yang berkualitas dan signifikan mendukung gaya hidup sebagian besar responden.
Tren ini konsisten tercermin dalam seleksi Gen Y di Indonesia pada beberapa kategori, yaitu online dan eceran, terutama untuk produk sekali pakai, misalnya: kopi, susu, cokelat, dan biskuit.
Ternyata generasi milenial di tanah air juga menyukai beberapa brand buatan lokal. Brand-brand itu adalah.....
© Dream
Dosen Jurusan Manajemen Universitas Tarumanegara, Arnold Saputra, mengatakan hasil survei yang dilakukan Influential Brands menunjukkan generasi Y di Indonesia memilih produk merek internasional dan nasional. Pilihan ini sangat dipengaruhi oleh kategori produk tersebut, misalnya produk elektronik berupa laptop dan telepon seluler, konsumen Indonesia lebih memilih produk internasional daripada produk nasional.
" Sebaliknya, untuk produk-produk seperti vitamin dan bank, mereka lebih menyukai produk dalam negeri," kata Arnold di Jakarta.
Dia mengatakan ada tiga alasan konsumen Indonesia lebih memilih produk dalam negeri untuk produk seperti makanan dan vitamin, yaitu mereka sudah akrab dengan brand tersebut, sudah ada legalitasnya, dan ada entnosentrisme.
" Sebagian besar dari mereka telah menggunakan atau membeli merek ini sejak masih kecil. Namun demikian, harus dicatat juga bahwa aksesibilitas dan ketersediaan merek nasional juga memainkan peran penting," kata dia.
Ini merek-merek yang populer di Indonesia....
© Dream
Lalu, apa saja merek-merek favorit generasi milenial di Indonesia pada tahun 2016? Misalnya untuk ponsel, orang Indonesia cenderung memilih Apple, Sony, Samsung, Nokia, dan LG. Sementara itu, untuk marketplace, generasi milenial di Indonesia memilih Tokopedia, Lazada, Kaskus, OLX, dan Bukalapak.
" Hasil survei ini sangat penting, walaupun fakta globalisasi telah mengakibatkan konvergensi merek yaitu lebih banyak orang yang menunjukkan preferensi merek internasional, survei ini juga mengungkapkan keterbukaan Gen Y dalam merangkul merek lama dan baru," kata Direktur Strategi Influential Brands, Jordge Rodriguez.
Sementara itu, salah satu marketplace di Indonesia, Tokopedia, mengaku senang mereka masuk ke dalam daftar merek yang digemari generasi Y di Indonesia.
" Pengakuan dan penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk menjaga peningkatan produk untuk berkontribusi dalam mendukung ekonomi digital Indonesia yang sangat potensial," kata Chief Operation Officer Tokopedia, Leontinus Alpha Edison.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam