Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah, IHSG, Dan Rupiah Kompak Melemah Hari Ini, Rabu 24 April 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Rabu 24 April 2019. Para analis memprediksi investor mulai mengantisipasi pengumuman foriegn direct investment (FDI) yang akan dirilis pemerintah.
Aksi jual pemodal asing yang semakin besar juga memaksa investor lokal menahan diri turun ke lantai bursa.
Koreksi juga terjadi pada tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan Rabu, 24 April 2019 dengan koreksi 0,582 poin (0,31%) ke level 189,453.
ISSI sempat menguat terbatas di awal pembukaan perdagangan ke level 189,930 dan sempat menyentuh level tertinggi di 190,334.
Hingga 30 menit awal perdagangan, ISSI bergerak fluktuatif sebelum akhirnya menyerah dan mendekam seharian di zona merah. ISSI terperosok hingga level terendah 188,670.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga mengalami tekanan jual usai turun 3,426 poin (0,49%) ke level 700,430.
Indeks JII70 beringsut 0,989 poin (0,42%) ke level 232,408.
Adanya tekanan jual memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kemarin bergerak naik kembali melorot 14,937 poin (0,23%) ke level 6.447,885.
Hampir semua indeks sektoral melemah. Investor lebih suka menjual sahamnya di sektor pertanian dan industri dasar. Indeks sektor pertanian anjlok 1,93 persen dan industri dasar 1,51 persen.
Penguatan indeks sektor properti sebesar 0,49 persen dan perdagangan 0,41 persen tak kuat menahan laju perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya naik Rp2.175, UNTR Rp350, FAST Rp300, SHID Rp210, dan JSMR Rp125.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah AALI yang harga sahamnya terkoreksi Rp675, UNVR Rp600, CPIN Rp425, SMGR Rp275, dan MAPA Rp250.
Pada pukul 16.18, kurs rupiah terhadap dolar AS masih melemah. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah naik 66 poin (0,47%) ke level Rp14.146 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya