Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Jalan Tol Yang Macet. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Terhitung hari ini, Senin 13 Februari 2017, Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga Tbk (Persero) memberlakukan kembali pengaturan lalu lintas contraflow di Jalan Tol Dalam Kota (Cawang-Semanggi) KM 1+700 sampai dengan KM8+100. Tujuannya untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
Berdasarkan diskresi kepolisian, contraflow ini berlaku pada hari kerja, mulai dari pukul 06.00-09.00 dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
" Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas akibat proyek pembangunan infrastruktur dalam waktu yang bersamaan, yaitu pembangunan jalan layang pancoran dan proyek light rail transit (LRT)," kata AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream.
Heru mengharapkan, pengaturan ini bisa mengurai kepadatan di Simpang Susun Cawang akibat pertemuan lalu lintas dari arah Jagorawi, Cikampek, dan Tanjung Priok yang mencapai 100 ribu kendaraan setiap harinya.
Contraflow dilakukan mulai dari Cawang Km 01+700 hingga Semanggi Km 8+100, dimana pengguna jalan yang menuju Semanggi dan sekitarnya dapat keluar melalui exit/off ramp MPR/DPR setelah Semanggi.
Untuk mendukung contraflow Cawang-Semanggi, Heru mengatakan BUMN ini, meningkatkan pelayanan operasional dengan memaksimalkan petugas Layanan Jalan Tol (LJT), Derek dan Ambulans serta meningkatkan pelayanan transaksi dengan optimasi petugas Jemput Transaksi (PUTTRA) dan optimalisasi gardu tol.
" Jasa Marga terus bekerjasama dengan Kepolisian Polda Metro Jaya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Bina Marga, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta pihak terkait lainnya untuk terus dapat meningkatkan pelayanan operasional untuk pengguna jalan tol," kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya