Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Bergerak Ke Zona Hijau Di Akhir Pekan.
Dream - Setelah tiga hari terakhir dilanda tekanan, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut akhir pekan di zona positif. Aliran dana pemodal asing yang mulai deras mengalir mendorong pemodal lokal melakukan aksi beli saham.
Namun pada penutupan perdagangan, pemodal asing justru mencetak nett sell pada saham-saham syariah. Hal ini terjadi karena asing yang selalu mengincar saham perbankan melakukan aksi jual.
Pada penutupan perdagangan harian, BEI, Jakarta, Jumat, 10 Februari 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berbalik menguat 0,706 poin (0,41%) ke level 174,909. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga ditutup menguat 2,976 poin (0,43%) ke level 701,577.
Munculnya aksi beli pemodal lokal mendorong kedua indeks syariah ini bergerak menguat sepanjang perdagangan. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi 175.547 sebelum akhirnya terkoreksi jelang sesi penutupan.
Secara keseluruhan, mayoritas indeks sektoral menguat. Indeks pertanian menjadi motor utama penggerak perdagangan. Indeksnya naik 1,46 persen. Disusul oleh indeks barang konsumsi yang naik 0,65 persen dan pertambangan 0,55 persen.
Akan tetapi, ada tiga indeks sektoral yang melemah, yaitu indeks industri keuangan yang turun 1,14 persen, industri perdagangan 0,18 persen, dan industri aneka 0,04 persen.
Pemodal asing mencatatkan nett sell pada saham-saham syariah ISSI senilai Rp 339 miliar. Aksi jual investor asing juga melanda bluechips syariah dengan nett sell Rp 52 miliar.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer yang menjadi favorit investor adalah UNVR yang harganya nai Rp775, SILO Rp250, UNTR Rp250, AALI Rp200, dan SMGR Rp125.
Sebaliknya, daftar top loser indeks JII kali ini dihuni INTP yang harganya turun Rp875, AKRA Rp100, PTBA Rp75, PTPP Rp30, dan ASII Rp25.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru melemah. Kurs rupiah turun 21 poin (0,16%) di level Rp13.316 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya