Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Setelah sekian lama, Biro Kredit Uni Emirat Arab akan mulai bekerja pada bulan September. Penundaan itu dikarenakan adanya kesalahan saat peluncuran awal, demikian diumumkan Biro Kredit Al Etihad yang dikutip dari Arabian Business, Jumat, 15 Agustus 2014.
Biro Kredit Al Etihad akan mengeluarkan laporan kredit konsumen kepada lembaga keuangan mulai awal September, setelah sebelumnya dijadwalkan untuk mulai beroperasi tahun lalu dan kemudian awal tahun ini.
Laporan kredit mencakup catatan tentang tingkat utang konsumen, kewajiban, pembayaran kredit, sejarah pembayaran default dan keterlambatan pembayaran.
Biro Kredit Al Etihad telah menyelesaikan proses memasukkan data kredit enam bulan terakhir. Informasi yang dikumpulkan dari bank dan lembaga keuangan ke dalam sistem pelaporan kredit.
Bank dan lembaga keuangan akan memiliki akses ke laporan kredit terbaru pelanggan mereka. Selain itu bank dan lembaga keuangan juga bisa mengevaluasi pelanggan sebelum membuat keputusan pemberian kredit atau pinjaman.
Sampai saat ini, bank-bank di Uni Emirat Arab sering kali tidak dapat mengakses data konsumen di lembaga keuangan lain ketika membuat keputusan pemberian kredit. Peminjam dapat memperoleh uang dari banyak lembaga keuangan dan akhirnya mereka kadang-kadang tidak bisa mengembalikannya.
Marwan Ahmad Lutfi, CEO Biro Kredit Al Etihad, mengatakan " Tujuan strategis Al Etihad akan tercapai secara bertahap."
" Tahap pertama, bank dan lembaga keuangan dapat mengakses dan membeli laporan kredit pelanggan potensial secara elektronik setelah mengirimkan semua dokumen yang diperlukan. Pelanggan juga akan memiliki akses ke laporan kredit mereka melalui pusat layanan pelanggan yang akan segera diluncurkan," kata Ahmad Lutfi.
Ditambahkan, penerbitan laporan kredit untuk bank dan lembaga keuangan merupakan langkah penting dalam mengurangi kerugian kredit yang dihasilkan dari kredit non-performing. Pada akhirnya, hal ini akan membantu individu dan perusahaan untuk memiliki pemahaman lebih tentang kewajiban keuangan dan tingkat utang mereka.
Biro Kredit Al Etihad akan terus bekerja sama dengan mitra-mitranya meng-upload informasi kredit untuk 24 bulan terakhir, selain melengkapi data pemegang Emirates ID. Sebanyak 5,2 juta fasilitas kredit dari individu yang berada di UEA telah ditambahkan ke sistem pelaporan kredit Biro. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya