Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Arab Saudi memiliki pengeluaran tahunan mencapai US$ 16 miliar dalam 5 tahun terakhir untuk pertahanan negara. Hal ini terungkap dalam laporan Deloitte yang dikutip dari Arabian Business, Sabtu 14 Juni 2014.
Dalam Global Defence Outlook 2014, Arab Saudi berada di posisi keempat dalam daftar negara terboros di dunia untuk belanja keperluan militer. Menurut laporan itu, peningkatan anggaran pertahanan karena adanya proyek pembelian pesawat tempur F-15 yang harganya mencapai US$ 30 miliar.
Selain itu, pada bulan Desember, Arab Saudi juga berencana membeli ribuan rudal dari Amerika Serikat seharga lebih dari US$ 1 miliar.
Selain Arab, negara Timur Tengah yang masuk dalam daftar 50 negara terboros untuk belanja keperluan militer di dunia seperti Uni Emirat Arab, Oman, Irak, Kuwait, dan Mesir.
Laporan Deloitte mengatakan terdapat perubahan kebijakan belanja pertahanan di berbagai negara di dunia karena berbagai alasan, seperti gerakan Rusia di Crimea, upaya revitalisasi pertahanan di pemerintah Jepang, penumpukan militer China, dan perdebatan AS mengenai anggaran pasca perang.
Enam negara yang memiliki anggaran belanja pertahanan terbesar di dunia yaitu, AS, China, Rusia, Arab Saudi, Jepang, dan Perancis senilai 60% dari belanja pertahanan negara-negara di dunia.
Laporan itu juga mengatakan dari 25 anggota yang berpendapatan rendah justru meningkatkan anggaran pertahanannya 2-5 tahun ke depan. Namun, yang mengalami kenaikan anggaran pertahanan yang cukup tinggi terjadi di Brazil, China, India, dan Rusia.
Belanja pertahanan Arab Saudi yang besar ini disebabkan karena adanya ketegangan dengan Iran dan upaya mempersiapkan ketahanan keamanan yang kuat dan loyal sebagai antisipasi terjadinya berbagai protes dari masyarakat. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya