Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Calon Pemudik Menunjukkan Tiket Mudik Gratis Di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Selasa (23/6). (Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay)
Dream - Terhitung mulai tahun ini, operasi Angkutan Lebaran yang biasanya berlangsung H-7 dan H+7 akan diperpanjang.
Dimulai pada 2 Juli mendatang, operasi Angkutan Lebaran tahun ini akan dimulai dari H-15 menjelang Idul Fitri. Sementara pada arus balik, operasi akan berlangsung sampai H+9 atas sampai 17 Juli 2015.
“ Diharapkan dengan adanya perpanjangan waktu operasi angkutan lebaran maka pengendalian operasi arus mudik dan balik lebaran menjadi lebih baik,” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan seperti dikutip dari laman Dephub.go.id, Senin, 29 Juni 2015.
Pada arus mudik tahun ini, Kemenhub memperkirakan akan ada penambahan jumlah bus menjadi 44.871 bus. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah ini naik 5 % dari 43.015 bus pada tahun 2014.
Kenaikan jumlah armada, juga terjadi pada moda lain, seperti kapal RO-RO yang bertambah menjadi 187 kapal RO-RO. Untuk jumlah pesawat pada tahun 2015 juga meningkat menjadi 450 pesawat.
Jumlah angkutan udara ini masih diluar dengan kemungkinan adanya extra flight masing-masing maskapai.
“ Begitu pula pada moda kereta api tahun ini juga ada peningkatan, pada tahun 2015 ada penambahan kereta api dari sebelumnya 293 menjadi 340 kereta api atau naik 10%”, ujar Menhub.
Khusus penumpang angkutan umum, Menhub juga memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang pada beberapa moda.
“ Penumpang yang melalui penyeberangan akan naik sebanyak 3,53 persen, sedangkan untuk moda kereta api meningkat 8,54 persen, begitu pula pada moda angkutan laut dan udara dimana masing-maisng akan meningkat sebesar 3 dan 2 persen, pada moda angkutan umum melalui jalur darat akan turun sebesar 5,9 persen”, katanya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya