Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ombudsman RI Meminta Pemerintah Menunda Implementasi Produk Halal. (Fot: Dream.co.id/Nanda Febriani)
Dream – Ombudsman RI (ORI) meminta pemerintah menunda penerapan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Lembaga tersebut menilai pihak-pihak yang terkait dengan penerapan regulasi ini belum siap.
Anggota Ombudsman RI, Ahmad Su’aedy, mengatakan pemberlakuan UU JPH ini belum selaras dengan kesiapan lembaga pelaksana, sertifikasi produk halal, hingga laboratorium untuk produk halal.
Proses standardisasi operasional perusahaan (SOP) dan alur standar pelayanan publik dan administrasi sertifikasi halal juga belum ada ketentuannya.
Ahmad meminta pemerintah sebaiknya menangguhkan penerapan payung hukum ini hingga persiapan mulai dari infrastruktur, lembaga, hingga sumber daya manusianya dianggap sudah matang.
“ (Tujuannya), mencegah potensi maladministrasi dalam pemberlakuan UU JPH No. 33 Tahun 2014,” kata dia.
Ketua Ombudsman RI, Amzullah Rifai, menambahkan, pemerintah memerlukan karakteristik dan pembatasan yang jelas untuk produk, baik produk yang dipakai maupun yang dikonsumsi.
Belum adanya kejelasan itu membuat lembaganya mengimbau pemerintah memikirkan masak-masak waktu pelaksaan UU JPH.
“ ORI menyarankan dengan tegas bahwa sebaiknya pemerintah mempertimbangkan dengan matang,” kata Rifai.
Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Bagian Perencanaan Peraturan Perundang-undangan Kementerian Agama, Imam Syaukani, mengatakan pemberlakuan produk halal merupakan sesuatu yang sensitif. Pemerintah pun tengah memikirkan cara agar aturan ini bisa diterima.
“ Pemerintah saat ini juga tengah berpikir keras agar tidak terjadi goncangan setelah UU ini ditetapkan,” kata Syaukani.(Sah)
(Laporan: Nanda Febriani)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya