Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Sektor Pertambangan Menjadi Favorit Pada Perdagangan Hari Ini.
Dream - Indeks acuan saham syariah ditutup menguat pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa 22 November 2016. Sentimen laju indeks regional yang didominasi kenaikan ikut menyulut aksi beli pemodal lokal
Penguatan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) dibayangi aksi jual pemodal asing yang memanfaatkan aksi beli pemodal lokal.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), inIndeks ISSI menguat 1,079 persen (0,64%) ke level 170, 245. Sementara indeks saham bluechip syariah, JII naik 0,664 poin (0,10%) ke level 684,148.
Hingga paska perdagangan saham, investor melakukan aksi jual beli saham pada 46,59 miliar lembar dengan nilai transaksinya mencapai Rp4,12 triliun.
Tercatat asing melakukan aksi jual pada saham syariah senilai Rp 554 miliar, dengan Rp 294 miliar diantaranya merupakan saham-saham unggulan syariah.
Sokongan aksi beli pemodal lokal sukses membawa 128 saham syariah ditutup di teritori positif. Sementara 61 saham syariah lainnya, 11 diantara bluechips syariah, masih terkena tekanan jual.
Hhampir seluruh indeks sektoral berkinerja positif pada perdagangan kali ini. Sektor pertambangan mencetak kenaikan tertinggi dengan meroket 3,25 persen diikuti sektor konsumer 2,18 persen, dan properti 1,32 persen.
Hanya ada satu indeks sektoral yang mencetak koreksi yaitu industri aneka yang turun 1,54 persen.
Emiten-emiten saham syariah pencetak top gainer hari ini dihuni UNTR yang naik Rp650, PTBA Rp425, WIKA Rp160, PGAS Rp120, dan INCO Rp120.
Emiten-emiten yang menjadi top losser adalah emiten LPPF yang harga sahamnya terkoreksi paling dalam, yaitu Rp1.375, diikuti oleh saham INTP Rp425, AKRA Rp225, UNVR Rp200, dan ASII Rp150.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.433 per dolar AS. Nilai kurs ini melemah 28 poin atau 0,21 persen.(Sah)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?