Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indonesia Terjebak Di Aksi Jual Dolar AS Yang Terjadi Di Pasar Negara Berkembang. (Foto: ANTARAFOTO)
Dream – Pasar keuangan Indonesia turut merasakan ketegangan dari aksi jual besar-besar pelaku pasar di pasar emerging market. Padahal, kondisi ekonomi Indonesia saat ini menguntungkan.
Ekonom DBS Group, Radhika Rao, mengatakan pertumbuhan keuangan Indonesia semester I 2018 sebesar 5,2 persen year on year (yoy). Inflasi consumer price index (CPI) pada Agustus 2018 turun jadi 3,2 persen. Angkanya pun masih berada di target inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5-4,5 persen.
“ Defisit transaksi berjalan fiskal masih sesuai dengan yang dianggarkan yaitu -2,1 persen dari PDB, dimana rasio utang pemerintah terhadap PDB rendah di 28,7 persen pada Desember 2017,” kata Rao dikutip dari keterangan tertulis DBS yang diterima Dream, Rabu 5 September 2018.
Terkait pelemahan rupiah, DBS menilai ada dua rintangan yang dihadapi Indonesia. Pertama, kebutuhan pembiayaan lebih tinggi. Kedua, kepemilikan asing yang cukup besar terhadap obligasi domestik, ditambah dengan utang korporasi dollar yang lebih tinggi.
“ Di dalam lingkungan dollar AS yang kuat, terlihat mata uang (yang) rentan terhadap kelemahan,” kata dia.
Rao mengatakan otoritas di Indonesia telah berusaha menekan penguatan dollar AS di pasar valuta asing dan pasar obligasi.
“ Di tengah penurunan yang lebih luas dalam mata uang regional, langkah-langkah intervensi membantu memperlancar downdraft , tetapi akan menjadi tantangan untuk memutar balik arah saat ini,” kata dia.
Skenario lain dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), lanjut Rao, kemungkinan takkan ditempuh menjelang Pemilihan Presiden 2019. Otoritas akan lebih banyak membuat kebijakan “ bertahan” dan melakukan tindakan administratif untuk menjaga nilai tukar dan defisit transaksi berjalan.
Langkah-langkah untuk memperlancar valas dan risiko suku bunga untuk korporasi juga telah diambil.

“ Sampai sekarang, BI (Bank Indonesia) sudah mengurangi transaksi minimum dari hedging swap FX menjadi US$2 juta (Rp29,91 miliar) (sebelumnya US$10 juta (Rp149,57 miliar) dan berencana memperkenalkan OIS rates (overnight indexed swap),” kata dia.
Rao menyarankan otoritas untuk meningkatkan sentimen demi kestabilan kurs rupiah. Saat ini, obligasi pemerintah bertenor 10 tahun sudah dijual dengan yield lebih dari 8 persen.
“ Secara bersamaan USD/IDR juga menembus Rp14.800,” kata dia.
Rao menilai pelemahan rupiah terhadap dollar AS sebagian besar dipicu aksi jual akibat faktor psikologis. Pelaku pasar cemas dengan kondisi yang menimpa Turki dan Argentina.
Kekhawatiran ini meluas ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Padahal, kondisi perekonomian dua negara ini sangat sedikit hubungannya dengan kondisi domestik.
“ Pada dasarnya, kami tidak berpikir sell off itu dibenarkan mengingat kurang hubungan yang jelas antara Indonesia dan Turki/Argentina. Namun, jeda untuk suku bunga acuan emerging market kemungkinan akan sulit dipahami dalam waktu dekat. Antara EM contagion, Fed hikes dan perang dagang, mungkin terbukti sulit bagi investor untuk mengambil risiko utang lokal pada saat ini,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya