Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Setelah Embargo Dicabut, Iran Mulai Membangkitkan Ekonominya.
Dream – Januari 2016, perekonomian Iran mulai bisa “ menghirup napas lega” setelah bertahun-tahun mendapatkan sanksi ekonomi dari PBB dan Amerika Serikat tuduhan pengembangan nuklir.
Sejak itulah, Iran mulai membangkitkan perekonomiannya, mulai dari menjalin kerja sama ekonomi dengan berbagai pihak hingga mengembangan keuangan syariah.
Ya, keuangan syariah. Industri keuangan syariah diprediksi akan menjadi penggerak utama perekonomian Iran yang memiliki aset sekitar US$448 miliar (Rp6.019,61 triliun).
Dilansir dari Press TV, Kamis 22 Desember 2016, sistem perbankan di Iran telah terhubung dengan sistem keuangan global dengan baik sebagai institusi keuangan syariah, khususnya di Asia Tenggara.
Bahkan, Gubernur Bank Sentral Iran, Valliolah Seif, akan menjadi pemimpin Islamic Financial Sercives Board (IFSB) pada tahun 2017. Masa kepimpinannya ini akan efektif per 1 Januari 2017.
Penunjukan Seif sebagai petinggi IFSB ini bisa mengintegrasikan kembali sistem keuangan Iran pasca embargo. Penunjukan ini juga bisa membantu Iran untuk meningkatkan praktik-praktik keuangan dengan pusat keuanan syariah di Asia dan Timur Tengah.
Lebih dari tiga dekade, seluruh bank di Iran sudah sesuai dengan prinsip syariah. Ada 34 bank syariah dengan aset sekitar US$450 miliar (Rp6.046,49 triliun) atau setara dengan aset perbankan syariah di Malaysia dan Arab Saudi.
Ketua Institut Perbankan Iran, Mehdi Razavi, mengatakan aset perbankan syariah di Iran tidak kurang dari US$518 miliar (Rp6.960,18 triliun) dan menjadikan negara ini menjadi negara yang punya aset keuangan syariah terbesar di dunia. Aset yang dimiliki Iran ini sepertiga dari aset perbankan syariah dunia yang diprediksi sebesar US$1,5 triliun (Rp20.154,96 triliun).(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya