Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bank Indonesia Menilai Transaksi Lindung Nilai (hedging) Syariah Menjadi Komponen Utama Dalam Transaksi Keuangan Syariah. (Foto: Bank Indonesia)
Dream – Transaksi lindung nilai (hedging) syariah merupakan elemen penting dalam transaksi keuangan syariah. Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, di Bahrain.
Dilansir dari laman resmi BI, Selasa 6 Desember 2016, Mirza mengatakan Indonesia telah menerbitkan peraturan transaksi lindung nilai berdasarkan prinsip syariah. Tujuannya untuk melayani lembaga kehangan syariah dalam melakukan transaksi valuta asing.
Dia juga mengatakan ada dua model transaksi hedging syariah di Indonesia, yaitu transaksi lindung nilai kompeks (‘aqd al Tahawwuth al-Murakkab) dan transaksi lindung nilai sederhana (‘aqd al Tahawwuth al-Basith).
“Di Indonesia, dana haji dan wisata syariah menjadi target utama dari implementasi ketentuan mengingat jumlahnya cukup besar, namun sensitif terhadap pergerakan nilai tukar,” kata Mirza dalam acara “Seminar International Islamic Financial Market (IIFM): Sukuk and Islamic Trade Finance – Prospect and Challenge”.
Dalam seminar tersebut, sukuk yang diterbitkan pemerintah Indonesia diapresiasi karena pertumbuhannya yang tinggi, beragamnya komposisi investor, dan ada sukuk dengan tenor pendek. Hal ini turut membantu manajemen likuditas dan pembiayaan pemerintah.
Sekadar informasi, Mirza mewakili BI sebagai pendiri dan anggota tetap IIFM bersama dengan Islamic Development Bank (IDB), Bank Sentral Bahrain, Monetary Authority of Brunei Darussalam, Bank Negara Malaysia, dan Central Bank of Sudan.
Seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kalangan, seperti pelaku pasar, lembaga keuangan, pemerintah, bank sentral, dan akademisi dari berbagai negara di kalangan Eropa, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari