Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Terinspirasi dari kisah sukses Dubai menyulap gurung gersang menjadi kota pencakar langit dunia, seorang pengusaha properti asal Swiss berniat membangun hotel tertinggi. Jika Dubai sukses di gurun pasir, hotel tertinggi ini rencananya dibangunan di kawasan pegunungan.
Adalah Remo Stoffel yang mengumbar mimpinya membangun hotel tertinggi di dunia di Pegunungan Alpen di Swiss. Untuk mewujudkannya, Stoffel menggandeng perusahaan arsitektur Morphois yang berbasis di Amerika Serikat.
Saat ini rekor hotel tertinggi di dunia dipegang oleh JW Marriott Marquis Hotel di Dubai yang memiliki ketinggian 355 meter.
Jika terealisasi, tinggi dari hotel yang akan dibangun di Pegunungan Alpen itu diperkirakan akan mencapai 381 meter.
Stoffel pekan ini telah mengumumkan rencananya tentang pembangunan hotel yang berlokasi di Vals, Pegunungan Alpen Swiss. Menurut rencana, hotel yang memiliki 107 kamar mewah itu akan mulai beroperasi pada 2019.
Stoffel, chairman perusahaan manajemen fasilitas Farnek yang berbasis di Dubai, mengatakan ambisinya ini terinspirasi kesuksesan penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, dalam membangun negara tersebut.
" Karena keterlibatan saya dengan Farnek, saya sering bepergian ke Dubai dan selalu takjub pada cepatnya pertumbuhan kota tersebut dan kemajuan yang sudah dicapainya," kata Stoffel seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness, Minggu, 5 April 2015.
Stoffel mengaku Takjub dengan kondisi Dubai yang sekarang memiliki bandara tersibuk di dunia, pencakar langit tertinggi, hotel tertinggi, pusat perbelanjaan terbesar, pulau buatan terbesar, dan beragam rekor lainnya.
Selama awal-awal pembangunan Dubai, Stoffel mengakui banyak orang meragukan visi Sheikh Mohammed akan bisa terealisasi. Namun meski diremehkan, Dubai terus terpaku pada strateginya untuk mendatangkan banyak turis dan terbukti sukses memikat 12 juta pengunjung pada tahun lalu.
" Itu yang menjadi inspirasi saya untuk merealisasikan visi saya sendiri dengan membuat rencana pembangunan hotel tertinggi di dunia di kota saya sendiri, Vals, dalam empat tahun ke depan," kata Stoffel.
Hotel baru ini akan memiliki podium yang menghubungkan bangunan dengan bangunan sebelahnya; kantilever yang memiliki fasilitas restoran, kafe, spa, dan bar. Podium itu juga akan terhubung ke sebuah menara dengan fasilitas sky bar, restoran, dan 107 kamar dengan pemandangan panorama di sekitarnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya