Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pinjaman Dana Ini Bertujuan Agar Sumatera Tidak Sering Mati Lampu.
Dream - Badan Direksi Kelompok Bank Dunia meluncurkan satu program baru, yaitu Power Distribution Development Program for Result. Program ini merupakan pinjaman US$500 juta atau setara dengan Rp6,6 triliun untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Nantinya, perusahaan pelat merah ini akan menggunakan pinjaman ini untuk meningkatkan rasio elektrifikasi Sumatera menjadi 90 persen.
" Kurangnya akses listrik bagi jutaan orang di Sumatra menghambat potensi ekonomi kawasan. Program Power Distribution Development Program for Results akan membantu menutup kekurangan infrastruktur yang menahan potensi Indonesia mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo Chaves, di Washington, dikutip dalam keterangannya, Senin 25 April 2016.
Chaves mengatakan tersedianya akses listrik bisa memperbaiki produktivitas ekonomi serta meningkatkan kesehatan dan pendidikan, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan miskin.
Dia menyebutkan ada 39 juta penduduk Indonesia yang belum terjamah listrik dan 9 juta di antaranya berada di Sumatera. Dengan menambah investasi pembangkit listrik yang sudah ada di Sumatera, program ini akan mendukung perluasa jaringan distribusi, termasuk lebih dari 40 ribu kilometer sirkuit jaringan distribusi, serta sekitar 28.300 unit transformer.
Analis Finansial Senior Bank Dunia, Dhruva Sahai, pinjaman ini digunakan untuk membangun dan memperbaiki jaringan distribusi listrik dan gardu distribusi. Dana ini juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan infrastruktur listrik.
" Manajemen pemadaman listrik akan diperkuat agar frekuensi dan durasi gangguan pelayanan berkurang. Perbaikan kualitas dan kehandalan layanan akan membantu pengguna meningkatkan produktivitas dan daya saing," kata Sahai.
Program ini juga akan mengembangkan kapasitas PT PLN dalam hal perencanaan program, pembuatan anggaran, pengadaan, manajemen keuangan, serta monitoring dan evaluasi.
" Ini adalah pertama kalinya Bank Dunia melakukan peminjaman berbasis pencapaian di Indonesia. Program ini dapat menjadi contoh bagaimana meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik," kata Penasihat Energi World Bank, Joel Maweni.
Evaluasi sistem PLN untuk pelaksanaan teknis, keuangan, dan pengamanan (safeguards) sebagian didanai oleh hibah dari Asia Sustainable and Alternative Energy Program.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya