Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah, Rupiah, Dan IHSG Loyo Setelah IMF Memangkas Pertumbuhan Global. (Foto: Shutterstock)
Dream - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) membawa kabar tak menyenangkan bagi pelaku pasar modal. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2019 dari 3,5 persen menjadi 3,3 persen.
Sentimen negatif dari IMF tersebut membuat pelaku pasar menjauh sementara dari lantai bursa. Alhasil, indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berguguran pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 10 April 2019.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 0,133 poin (0,07%) ke level 190,454. ISSI dibuka melemah di 190,239 dan hanya sempat terangkat ke level tertinggi 190,624. Indeks ISSI menghabiskan seluruh sesi perdagangan di teritori merah dengan posisi terendah di level 189,456.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) 70, juga bergerak melemah tipis 0,009 poin ke level 235,913.
Koreksi dua indeks acuan saham syariah itu mengikuti laju IHSG yang terpeleset 6,022 poin (0,09%) ke level 6.478,326.
Keadaan ini tidak berpengaruh terhadap indeks JII. Meski hanya naik tipis, indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini naik terbatas 0,801 poin (0,11%) ke level 709,729.
Kabar buruk dari IMF membuat investor mengerem hasrat melantai di bursa. Mayoritas indeks sektoral melemah. Aksi jual saham marak terjadi di sektor pertanian sebesar 0,71 persen, properti 0,54 persen, dan infrastruktur 0,38 persen.
Sebaliknya, indeks sektor industri dasar menguat 0,23 persen dan keuangan 0,12 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SMGR yang harga sahamnya menguat Rp350, SHID Rp300, UNVR Rp300, BRPT Rp190, dan INTP Rp175.
Yang menjadi top loser kali ini adalah MAPA yang harga sahamnya terkoreksi Rp375, UNTR Rp375, KAEF Rp360, INAF Rp290, dan CPIN Rp125.
Pada pukul 16.06, rupiah langsung tertekan. Kurs dolar AS menguat 9 poin (0,06%) ke level Rp14.142.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya