Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Akhirnya Mendapatkan Ijazah SMA.
Dream – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang pernah ditinggalkannya saat muda. Tanpa banyak diketahui masyarakat, Susi ternyata telah mengikuti ujian paket C.
Tak hanya itu, wanita menteri yang terkenal dengan jargon tenggelamkan itu mendapat nilai terbaik dalam ujian persamaan SMA tersebut.
Seperti diketahui, nama Susi Pudjiastuti sempat menjadi sorotan masyarakat saat presiden Joko Widodo memilihnya menjadi seorang menteri. Kala itu, Susi sempat dicobir karena hanya mengantongi ijazah SMP.
Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 13 Juli 2018, Susi mengatakan ijazan SMA itu baru diterimanya beberapa bulan lalu. Dia mengikuti sebuah ujian di sebuah sekolah di Pangandaran, Jawa Barat.
“ Sebetulnya, ujiannya sudah beberapa bulan yang lalu,” kata dia di Jakarta.
Meski hanya ujian SMA, Susi tak menyepelekan masa-masa ujiannya kemarin. Seperti para siswa SMA lainnya, wanita yang memiliki bisnis perikanan itu juga tekun belajar menyambut ujian tersebut.
Hasilnya mengejutkan. Susi mendapat nilai terbaik dari 569 peserta yang mengikuti Kejar Paket C. “ Terbaik dari 569 peserta,” kata dia.
Sekadar informasi, meskipun dulunya tidak memiliki ijazah SMA, Susi mendapatkan gelar honoris causa dari Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Selamat, ya, Bu Susi!
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya