Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Inalum Akan Menyelesaikan Proses Administrasi 60 Hari.
Dream – Indonesia harus bersabar setidaknya 60 hari untuk benar-benar memastikan posisinya sebagai salah satu pemilik dari perusahaan pengelola tambang emas terbesar dunia, PT Freeport Indonesia.
Tenggat waktu itu adalah salah satu butir kesepakatan dari penandatanganan Head og Agreement antara PT Freeport Indonesia dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero)/Inalum terkait pembelian 41,64 persen saham Freeport.
Inalum diberikan kewajiban untuk menyelesaikan proses administrasi paling lambat 60 hari ke depan. Jika administrasi selesai, pemerintah bisa memiliki 51 persen saham Freeport setelah sebelumnya mengantongi 9,36 persen saham perusahaan tambang multinasional ini.
Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 13 Juli 2018, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, mengatakan ada beberapa hal yang harus diselesaikan perusahaan pelat merah itu setelah kesepakatan telah ditandangani.
“ Di dalam HoA, diatur tiga kesepakatan, seperti sales and purchase agreement, exchange agreement, dan shareholder agreement. Tiga ini akan diselesaikan,” kata Harry di Jakarta.
Dia mengatakan salah satu poin yang disebutkan adalah tenggat waktu Inalum akan membayarkan nilai divestasi yang sudah disepakati. Sekadar informasi, nilai divestasi yang disepakati adalah US$3,8 miliar (Rp54,68 triliun). Seluruh proses administrasi akhir ini akan diselesaikan paling lambat 60 hari ke depan.
“ Kalau sudah selesai semua itu, Inalum sudah bisa mengambil uangnya dan langsung bayar. Inalum akan bayar langsung,” kata dia.
Sekadar informasi, Inalum memiliki sumber pendanaan dari ekuitas perusahaan dan pinjaman perbankan. Untuk pinjaman, ada 11 bank yang siap memodali perusahaan pelat merah ini.
“ Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi. Belum bisa bicara banknya,” kata Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya