Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Menguatnya bursa saham regional tak mampu menahan indeks acuan saham syariah dari zona hijau. Munculnya aksi jual asing justru mendorong bursa saham domestik terjun ke teritori negatif.
Pemodal asing awal pekan ini langsung menggelar aksi jual dengan nett sell Rp 63,32 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 0,962 poin (0,60%) ke level 158,904.
ISSI sepanjang hari ini bergerak fluktuatif. Dibuka menguat, ISSI sempat menyentuh level tertingginya di 160,082. Adanya aksi jual memaksa ISSI kembali tertekan dan mencetak posisi terendah di 158,904.
ISSI terseret arus pelemahan yang diderita 96 emiten syariah. Padahal, sebanyak 73 penghuni JII sempat menguat ke zona hijau dan 51 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,28 triliun dengan 27,71 miliar saham yang berpindahtangan.
Saham-saham bluechips syariah juga tak kuasa bertahan melawan tekanan negatif pasar. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 5,185 poin (0,78%) ke level 661,635.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga sempat menembus posisi terkuatnya di 667,901 dan terendah di 661,635.
Aksi jual membuat 20 emiten unggulan syariah terjun ke zona negatif. JII hanya bertahan pada 8 emiten bluechips syariah yang melaju positif dan 2 lainnya bertahan stagnan.
Meski menguat, para penghuni top gainer bluechips syariah hanya memetik untung kecil. Top gainer JII dihuni oleh UNVR yang menguat Rp 100, ASRI Rp 35, ICBP Rp 25, INTP Rp 25, dan PTPP Rp 20 per saham.
Sebaliknya, saham top losser di jajaran JII justru mencetak pelemahan cukup dalam. Dipimpin AALI yang melemah Rp 600 per saham, top losser lainnya dihuni ITMG, LPPF, UNTR yang turun masing-masing Rp 100 per saham.
Secara keseluruhan, bursa saham nasional memang tengah dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 25,754 poin (0,52%) ke level 4.959,252.
Lantai bursa saham juga terbilang sepi dari transaksi dengan dana berputar hanya Rp 3,9 triliun. Dari jumlah tersebut, asing membukukan nett sell sekitar Rp 63,32 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya