Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Regional Menguat, Indeks Syariah Malah Terkulai Lemas

Reporter : Syahid Latif
Senin, 22 Juni 2015 16:36
Regional Menguat, Indeks Syariah Malah Terkulai Lemas
Aksi jual asing membuat lantai bursa yang sepi perdagangan menutup sesi transaksi awal pekan di zona merah.

Dream - Menguatnya bursa saham regional tak mampu menahan indeks acuan saham syariah dari zona hijau. Munculnya aksi jual asing justru mendorong bursa saham domestik terjun ke teritori negatif.

Pemodal asing awal pekan ini langsung menggelar aksi jual dengan nett sell Rp 63,32 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 0,962 poin (0,60%) ke level 158,904.

ISSI sepanjang hari ini bergerak fluktuatif. Dibuka menguat, ISSI sempat menyentuh level tertingginya di 160,082. Adanya aksi jual memaksa ISSI kembali tertekan dan mencetak posisi terendah di 158,904.

ISSI terseret arus pelemahan yang diderita 96 emiten syariah. Padahal, sebanyak 73 penghuni JII sempat menguat ke zona hijau dan 51 lainnya bertahan stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,28 triliun dengan 27,71 miliar saham yang berpindahtangan.

Saham-saham bluechips syariah juga tak kuasa bertahan melawan tekanan negatif pasar. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 5,185 poin (0,78%) ke level 661,635.

Sama dengan ISSI, indeks JII juga sempat menembus posisi terkuatnya di 667,901 dan terendah di 661,635.

Aksi jual membuat 20 emiten unggulan syariah terjun ke zona negatif. JII hanya bertahan pada 8 emiten bluechips syariah yang melaju positif dan 2 lainnya bertahan stagnan.

Meski menguat, para penghuni top gainer bluechips syariah hanya memetik untung kecil. Top gainer JII dihuni oleh UNVR yang menguat Rp 100, ASRI Rp 35, ICBP Rp 25, INTP Rp 25, dan PTPP Rp 20 per saham.

Sebaliknya, saham top losser di jajaran JII justru mencetak pelemahan cukup dalam. Dipimpin AALI yang melemah Rp 600 per saham, top losser lainnya dihuni ITMG, LPPF, UNTR yang turun masing-masing Rp 100 per saham.

Secara keseluruhan, bursa saham nasional memang tengah dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 25,754 poin (0,52%) ke level 4.959,252.

Lantai bursa saham juga terbilang sepi dari transaksi dengan dana berputar hanya Rp 3,9 triliun. Dari jumlah tersebut, asing membukukan nett sell sekitar Rp 63,32 miliar.

Beri Komentar