7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Rest Area Ini Menawarkan Keindahan Alam Dan Pesona Jawa Tengah. (foto: Astari Marga Sarana)
Dream – Mulai beroperasi pada awal 2020, pengalaman baru kini dapat dirasakan oleh para pengendara yang melintas di ruas Tol Trans Jawa, tepatnya di ruas tol Semarang-Solo KM 456. PT Astari Marga Sarana menyediakan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area Resta Pendopo KM 456.
Perusahaan ini melengkapi tempat itu dengan beragam fasilitas serta pemandangan alam nan indah yang bisa menyegarkan mata dan pikiran.
“ Resta Pendopo KM 456 mengusung konsep baru beristirahat di jalan tol yang menjadi oase bagi para pengguna jalan tol yang lelah,” kata Direktur PT Astari Marga Sarana, Daisy Setiawan, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu 8 Mei 2021.
Daisy mengatakan area tersebut juga bisa menjadi destinasi wisata bagi para pecinta wisata sekaligus sarana entertainment dan rekreasi bagi masyarakat sekitar. Area rest area ini juga menghadirkan keanekaragaman produk dari Jawa Tengah.
Menghadirkan bangunan yang megah dan mewah serta dilengkapi dengan beragam fasilitas, Resta Pendopo KM 456 merupakan inovasi terbaru tempat istirahat dan pelayanan jalan tol dengan konsep destinasi wisata. Bangunannya mengangkat perpaduan arsitektur modern dan tradisional. Resta Pendopo KM 456 ini dibangun di dua sisi told an dihubungkan oleh skybridge yang melintang di atas jalan.
Dari skybridge, pengunjung dapat melihat hamparan indah pemandangan di sekitar Resta Pendopo KM 456, serta dapat merasakan sensasi melihat kendaraan yang tepat melaju di bawahnya.

Pada lima bangunan utama dan sesuai penamaannya, Resta Pendopo KM 456 mengadaptasi bentuk pendopo sebagai arsitektur utama bangunan. Arsitektur pendopo ini dipadukan dengan ruang terbuka melalui jembatan yang menyatukan dua sisi bangunan dan struktur bangunan yang bertingkat.
Hal ini memungkinkan pengunjung dapat menikmati panorama hamparan sawah di sisi bangunan, menghirup udara segar, sambil menikmati pemandangan gunung-gunung indah yang muncul ketika cuaca cerah.
“ Resta Pendopo KM 456 dikelilingi oleh lima gunung ikonik di Jawa Tengah yakni Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Gunung Ungaran,” kata Daisy.
Daisy melanjutkan, Resta Pendopo 456 juga dibekali dengan beragam kuliner lokal khas Jawa Tengah. Dikatakan bahwa UMKM kuliner telah melewati proses kurasi sehingga rasa dan kualitasnya terjamin.
“ Kehadiran Resta Pendopo KM 456 bertujuan untuk membangun ekosistem kuliner Jawa Tengah dengan
merangkul UMKM dari kota Semarang, Salatiga, Boyolali, Solo serta kabupaten lainnya di area sekitar tol,” kata dia.
Kuliner-kuliner yang hadir di lokasi ini seperti Ayam Gorng Bu Toha, Tahu Baxo Bu Pudji, dan Serabi Notosuman. Selain UMKM lokal, ada juga brand-brand besar seperti Starbucks, Solaria, Tong Tji, dan Kopi Banaran.

Peritel besar ini juga memberikan pengalaman yang berbeda melalui desain interior dan konsep restaurant yang unik. Melalui kerja sama dengan Dinas Koperasi & UMKM wilayah Jawa Tengah, para penggerak UMKM juga dapat mengembangkan potensi sebagai pemain ritel independen. Hal ini menjadikan Resta Pendopo KM 456 sebagai destinasi kuliner dan produk UMKM yang layak untuk menjadi destinasi wisata.
Area itu juga mengembangkan toko oleh-oleh khas Jawa Tengah, Resta Sae. Di sini, pengunjung menemukan beragam oleh-oleh, mulai dari produk fesyen, batik, mainan, hingga makanan kecil. Selain itu, ada juga tenant fesyen seperti Salezone dan Puma Outlet yang memberikan diskon spesial bagi pengunjung.
Selain pusat kuliner dan belanja, Astari Marga Sarana juga melengkapi Resta Pendopo 456 dengan parkir yang luas, toilet, masjid, area terbuka, dan outlet ritel fesyen.
“ Dengan fasilitas lengkap dan nyaman, Resta Pendopo KM 456 diharapkan bukan hanya sebagai tempat beristirahat namun juga menjadi destinasi wisata bersama keluarga yang dapat memenuhi segala kebutuhan,” kata dia.
Area ini juga menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Misalnya, mengecek suhu tubuh pengunjung saat memasuki area, membatasi kapasitas parkir kendaraan dari biasanya, serta mengingatkan pengunjung untuk memakai hand sanitizer.

“ Resta Pendopo KM 456 selalu berkomitmen untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan dan keamanan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan mengharuskan seluruh karyawan, tenant dan pengunjung Resta Pendopo KM 456 untuk terus menerapkan standar protokol kesehatan tersebut,” kata Property Management Head Resta Pendopo KM 456, Raymond Aditya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?