Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dua Mahasiswa (pria Berbaju Hitam) Meraup Keuntungan Dari Bisnis Pasta Oden. (Foto: Bernama/World Of Buzz)
Dream – Kerja keras dua mahasiswa ini terbayar. Mahasiswa Universitas Malayasia Kelantan (UMK) telah menghasilkan gaji enam digit dari pasta oden buatannya.
Dikutip dari World of Buzz, Sabtu 8 Mei 2021, Wan Azehan Helmi Wan Abdul Halim merupakan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Bisnis dan Kewirausahaan UMK. Mereka terinspirasi dari jejaring franchise convenience store. Dia bekerja sama dengan Imer Jibril Mohd Nasir untuk memulai bisnis pasta oden.
Bisnis ini dimulai pada awal tahun lalu. Mereka mempersiapkan resep sendiri dan menjual oden yang disajikan dengan fish balls, crab meats, sosis, dan lainnya kepada para mahasiswa kampus, dilansir dari Bernama.
“ Ide mulai bisnis ini muncul saat oden menjadi salah satu makanan favorit banyak pelajar,” kata Helmi kepada media itu.
Ketidakhadiran pelajar di kampus karena pandemi COVID-19 mendorong keduanya menjual pasta oden pada April tahun lalu. Bisnis yang dirilis ini bernama King Oden. Helmi mengolah pasta oden secara manual.
“ Alhamdulillah, strategi online kami menggunakan Facebook dan Instagram terbayar saat mampu menghasilkan penjualan senilai 500 ringgit (Rp1,75 juta) per bulan,” kata dia.
Dua sekawan ini juga mengatur bagaimana temannya di UMK menghasilkan penghasilan sampingan. Mereka menjaring 10 orang temannya untuk membantu bisnis. Misalnya, ada yang bergerak di bidang pemasaran dan penjualan.
“ Kini, kami punya 500 agen di seluruh negeri. Kini, ada permintaan pasta oden dari negara tetangga, seperti Indonesia,” kata dia.
Sekarang, Helmi dan Imer sanggup memproduksi 300 ribu-400 ribu kemasan pasta oden per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Ada tiga varian rasa, yaitu natural, pedas, dan asam laksa.
“ Harganya 10 ringgit (Rp35.087) dan masa penyimpanan delapan bulan,” kata Helmi.
Helmi dan Imer kini memiliki pabrik produksi di Bachok, Malaysia. Pabrik ini telah beroperasi pada Maret 2021. Target penjualan mereka sekarang 1 juta ringgit (Rp3,51miliar) hingga akhir tahun.
“ Kami berharap kesuksesan ini bisa menginspirasi mahasiswa jurusan wirausaha untuk terjun ke bisnis,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam